Pasca Sulitkan Penyandang Disabilitas, Desain Regol Ayom Malioboro Bakal Diubah

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB
JANGAN BATASI: Pejalan kaki melintas di samping portal sirip Malioboro atau Regol Ayom yang terpasang di Jalan Beskalan, Jogja, Kamis (10/9). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
JANGAN BATASI: Pejalan kaki melintas di samping portal sirip Malioboro atau Regol Ayom yang terpasang di Jalan Beskalan, Jogja, Kamis (10/9). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - Pemprov DIJ bakal mengevaluasi desain portal pembatas kendaraan di Malioboro atau Regol Ayom. Evaluasi itu agar portal tidak membatasi pejalan kaki atau penyandang difabel. Lantaran sebelumnya sempat terjadi persoalan.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, redesain Regol Ayom dilakukan agar semakin ramah bagi seluruh pengguna Malioboro. Baik bagi pejalan kaki maupun penyandang disabilitas.

Baca Juga: Kiai Ponpes Ash-Sholihah Sleman Dua Kali Perkosa Alumni Santriwati yang Tengah Mengabdi hingga Hamil

Made menegaskan desain Regol Ayom harus mudah dan nyaman bagi masyarakat. Namun tidak boleh meninggalkan fungsi utamanya sebagai pembatas kendaraan bermotor. Sebab, kawasan pedestrian tidak boleh terganggu lalu lalang sepeda motor maupun mobil.

"Jangan sampai kendaraan bermotor bisa melintas,” ujar Made seusai rapat evaluasi Regol Ayom di Kepatihan Jogja, Rabu (9/9). 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyatakan pihaknya sudah melakukan empat kali uji coba pembatasan kendaraan dengan Regol Ayom. Mulai pukul 09.00 hingga 22.00 di kawasan sirip-sirip setiap hari Rabu dan Kamis.

Baca Juga: Singkong DIY Disiapkan Jadi Bahan Baku Bioetanol, Masyarakat Singkong Indonesia Gandeng Pemprov

Wawan menyebut dari empat kali pelaksanaan uji coba itu pihaknya tidak menemukan masalah berarti. Namun pihaknya tetap melakukan evaluasi secara berkala. Ini agar kehadiran Regol Ayom tetap memudahkan pengunjung kawasan Malioboro yang berjalan kaki. "Selama empat kali uji coba masih cukup kondusif,” sebutnya. 

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengusulkan penempatan portal Regol Ayom bisa lebih maju menjorok ke tepi Jalan Malioboro. Supaya area selasar dapat digunakan untuk putar balik kendaraan yang tidak bisa masuk ke kawasan pedestrian. 

Baca Juga: Klaim Tak Tahu Jadi Penasihat Yayasan, Kesaksian Dosen UGM Kontradiktif di Sidang Little Aresha

Uji coba juga telah dilakukan di Regol Ayom di ruas jalan Ketandan dan Beskalan. "Kenapa Beskalan ke Ketandan yang kita uji coba? Karena di situ kalau ditutup masih tetap ada ruang untuk exit, untuk berputar kendaraan bisa. Ke parkiran juga bisa," terang Hasto. (inu/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sumber : Radar Jogja
Pemprov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan Sekprov DIJ Malioboro