Menjalani kehidupan sebagai anak perantauan asal Kalimantan yang menetap di Yogyakarta menghadirkan pengalaman unik terkait daya beli masyarakat. Terlebih para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu.
Selain harus beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan dan kehidupan bermasyarakat, hal pertama yang paling terasa adalah kejutan budaya saat bertransaksi sehari-hari.
Bagi warga Kalimantan dan mahasiswa perantauan di Jogja, harga makanan serta kebutuhan harian di Jawa sering kali terasa jauh lebih ramah di kantong dibandingkan tanah kelahiran mereka.
Di kota-kota asal seperti Samarinda, Balikpapan, hingga Palangka Raya, masyarakat sudah sangat terbiasa dengan standar harga pasar yang tinggi. Pengeluaran yang di Kalimantan terasa biasa saja untuk kebutuhan singkat, di Jogja justru bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan makan seharian.
Baca Juga: Jamie Vardy Perkuat Burnley di Championship, Mampu Angkat The Clarets dari Papan Bawah Klasemen?
Fenomena culture shock ini salah satunya diungkapkan oleh content creator asal Kalimantan, Alvin Zulkarnain. Melalui unggahan di akun TikTok-nya @alvinzulkarnain, ia membagikan pengalamannya sebagai perantau yang merasa takjub dengan harga makanan di Yogyakarta.
"Aku sebagai anak Kalimantan yang lagi merantau di Jogja ngerasa semua makanan di Jogja itu murah-murah deh," ungkapnya.
Fenomena culture shock ini wajar dirasakan para perantau karena adanya perbedaan daya beli serta struktur harga yang begitu mencolok di kedua wilayah tersebut.
Tingginya biaya hidup di tanah Borneo sendiri tercermin dalam data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2025.
Laporan menunjukkan bahwa hampir seluruh provinsi di Kalimantan mengalami tren kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi tahunan yang dirilis oleh BPS provinsi.
Kalimantan Selatan mencatat inflasi year-on-year sebesar 3,11 persen yang mengerek harga bahan pokok dan jasa.
Sementara itu, Kalimantan Tengah mencatat inflasi 2,73 persen, diikuti Kalimantan Barat sebesar 2,07 persen, dan Kalimantan Timur sebesar 1,79 persen akibat tekanan harga pangan serta layanan di kawasan kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.
Hanya Kalimantan Utara yang cenderung lebih stabil dengan tingkat inflasi 1,24 persen.
Baca Juga: Viral! Turis Asal India Diduga Jadi Korban Penjambretan di Menteng Jakarta, Polisi Masih Menyelidiki
Tingginya rantai pasok logistik antarpulau serta aktivitas ekonomi berbasis industri dan tambang di Kalimantan memang membentuk harga pasar yang jauh lebih tinggi ketimbang Pulau Jawa.
Editor : Bahana.