BPBD DIY Catat 6 Juta Liter Air Bersih Telah Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 20:39 WIB
Kepala BPBD DIJ Agustinus Ruruh Haryata. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala BPBD DIJ Agustinus Ruruh Haryata. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

 

JOGJA - Selama musim kemarau, 6.043.000 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah kekeringan yang tersebar di DIJ. Droping air bersih itu tercatat pada periode 4 Juli hingga 31 Agustus. Sebanyak 1.117 tangki air digunakan petugas untuk mengantarkan air bersih ke wilayah terdampak. 


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Agustinus Ruruh Haryata mengatakan, 6 juta liter air itu didistribusikan ke empat kabupaten di DIJ yakni Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Sedangkan di Kota Jogja hingga saat ini belum ada permintaan droping air, karena belum terdampak kekeringan. 

Baca Juga: Wisatawan Naik, Okupansi Hotel Malah Turun, Dispar DIY Siapkan Event untuk Perpanjang Masa Tinggal


Untuk Bantul didistribusikn ke 11 kalurahan dan enam  kapanewon, Sleman lima kalurahan dan empat kapanewon, Kulon Progo 15 kalurahan dan lima kapanewon, serta Gunungkidul 26 kalurahan dan 11 kapanewon.  "Di antara empat kabupaten, Gunungkidul dampak kekeringan lebih serius,” katanya, Minggu (6/9). 


Saking seriusnya, BPBD DIJ sedang mengajukan bantuan tiga sumur bor ke pemerintah pusat untuk Gunungkidul. Meski demikian, masing-masing kabupaten telah menyiapkan anggaran rutin untuk menangani persoalan kekeringan dengan APBD. 


Sementara BPBD DIJ mengalokasikan anggaran droping air melalui anggaran perubahan.  “Dinsos DIJ juga menyiapkan anggaran untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat,” terangnya. 


Apabila kebutuhan anggaran penanganan kekeringan belum mencukupi di masing-masing kabupaten, pihaknya juga akan mempertimbangkan penggunaan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan kekeringan di wilayah DIJ. 

Baca Juga: Guguran Lava Kembali Sebabkan Kebakaran Vegetasi Gunung Merapi, BPPTKG Catat Delapan Guguran Lava


Dia pun menyarankan wilayah terdampak kekeringan yang merasa masih membutuhkan droping air atau belum mendapatkan bantuan air bersih, bisa mengusulkan bantuan. Dengan cara usulan diajukan melalui kalurahan dengan melengkapi informasi kebutuhan jumlah kelompok penampungan. 


Petugas nantinya akan melakukan penilaian dan verifikasi untuk mengkaji kebutuhan, jalur distribusi, penentuan sumber air, hingga jadwal distribusi. "Setelah penilaian dan verifikasi selesai, air bersih akan didistribusikan di lokasi dan jadwal yang telah ditentukan sesuai kebutuhan,” tuturnya.  

Baca Juga: Tiga Hari sejak Hilang di Pantai Entak, Penjaring Ikan Ditemukan Meninggal di Pantai Setrojenar


BPBP mengimbau kepada mayarakat agar bijaksana dan melakukan penghematan dalam memanfaatkan air. Selain itu, jika musim hujan tiba, masyarakat harus terbiasa menadah air, agar saat musim kemarau tiba masih ada stok air yang disimpan. Dengan cara membuat sumur resapan maupun penampung air hujan (PAH).


"Dan selalu menjaga mata air dan sumber air dengan menanam tanaman yang mampu menahan air di sekitarnya seperti tanaman gayam, beringin, aren," ungkapnya. (cin/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
Kekeringan BPBD pemerintah pusat musim kemarau Droping Air