Memperingati 14 Tahun Disahkannya UUK DIY; Tetap Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat

Kusno S Utomo • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:34 WIB
PUNCAK ACARA: Rangkaian Memetri Kaistimewan dalam memperingati 14 tahun UUK DIY berlangsung di Balai Budaya Tamanmartani, Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman, (31/8). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
PUNCAK ACARA: Rangkaian Memetri Kaistimewan dalam memperingati 14 tahun UUK DIY berlangsung di Balai Budaya Tamanmartani, Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman, (31/8). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

PUNCAK acara “Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK” menjadi momentum melihat kembali perjalanan yang telah dilakukan selama ini. Khususnya yang dekat dengan kehidupan warga. “Peringatan ini sekaligus meneguhkan komitmen agar Keistimewaan DIY tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ucap Paniradya Pati Kaistimewan DIY Kurniawan.

Dalam laporannya, Kurniawan menjelaskan, peringatan 14 Tahun UUK DIY mengusung tema “Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad”. Itu menerjemahkan nilai-nilai keistimewaan melalui pendidikan, ekonomi, kebudayaan, pemberdayaan, pelayanan, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga: Memperingati 14 Tahun Disahkannya UUK DIY; Nilai-Nilainya Harus Terus Hidup di Masa Depan

Di bidang pendidikan, Beasiswa Kartu Cerdas pada 2020–2025 telah mendukung 85.730 siswa. Sedangkan di sektor ekonomi ada SiBakul Markethub. Sampai dengan 2025 menaungi 2.626 UMKM dengan 225.512 transaksi. Adapun di bidang perumahan terdapat pembangunan 1.018 rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2021–2025. “Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Wawan, sapaan akrabnya.

Keistimewaan juga hadir melalui ruang-ruang kebudayaan. Taman Budaya telah terbangun di Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta. Balai Budaya telah hadir di 15 kalurahan. Hingga 2025 sebanyak 331 set hibah gamelan telah disalurkan ke masyarakat.

Di tingkat kalurahan, Dana Keistimewaan turut mendukung reformasi kalurahan, pemberdayaan masyarakat, inovasi, serta peningkatan kesejahteraan pamong melalui BKK Kalurahan. Hingga 2026, terdapat 26 varian program BKK Kalurahan yang tersebar di 392 kalurahan di kabupaten se-DIY.

Manfaat itu tidak hanya hadir dalam angka. Saat Kenduri Memetri Kaistimewan 2026, masyarakat bertemu langsung dengan beragam ekspresi kebudayaan dan aktivitas ekonomi lokal. Tari ritual, gejog lesung, langen carita, music kreatif dan kirab budaya Bregada Rakyat Caturmanunggal. Ada juga jajanan pasar, pasar murah, pasar tani, dan produk UMKM hadir dalam satu ruang perjumpaan masyarakat.

Baca Juga: Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK DIY; Tumbuh dari Akar Tradisi, Lestari dengan Ilmu Pengetahuan

Menurut Wawan, warga menjadi bagian dari suasana tersebut. Sebagian mengikuti irama musik. Sebagian lagi menikmati kuliner dan produk UMKM. Lainnya mengikuti kegiatan edukatif seperti mewiru jarik, permainan dakon, dan Sinau Sejarah Keistimewaan DIY. Layanan publik turut didekatkan ke masyarakat melalui konsultasi kesehatan jiwa, layanan pajak keliling, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Di ruang-ruang sederhana ini nilai-nilai keistimewaan bertemu dengan kebutuhan masyarakat.

Rangkaian Memetri Kaistimewan 2026, sejumlah 298 kegiatan digelar di berbagai kabupaten/kota hingga kalurahan se-DIY. Sebanyak 186 kegiatan telah terlaksana dan 112 kegiatan lainnya dilaksanakan berikutnya. (kus)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Budaya UUK DIY Keistimewaan