JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja memastikan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) bencana banjir berfungsi dengan baik pada uji coba yang dilakukan, kemarin (2/9). Pengujian tersebut bertujuan agar masyarakat lebih siap ketika menghadapi potensi bencana di musim penghujan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, uji coba EWS dilakukan di aliran sungai seperti di Sungai Gajah Wong pada wilayah Gendeng dan Tegalgendu. Kemudian Sungai Code di wilayah Ledok Tukangan, Kali Belik di wilayah Klitren Lor, dan Sungai Winongo di wilayah Pingit. “Berdasarkan hasil uji coba yang kami lakukan seluruh EWS berfungsi dengan baik,” katanya, Rabu (2/9/2026).
Saat ini, BPBD Kota Jogja memiliki 36 EWS banjir. Di antara 35 titik tersebar di aliran Sungai Belik, Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajahwong. Sementara satu titik ditempatkan di Pos Ngentak, Kabupaten Sleman untuk memantau ketinggian air di daerah hulu.
Baca Juga: Awas! BMKG Prediksi September Nyaris Tanpa Hujan, El Nino Sangat Kuat Berpotensi Picu Kekeringan
Selain memastikan fungsi EWS, pemahaman terhadap kode-kode sirine EWS juga penting diketahui oleh masyarakat. Sehingga dalam uji coba tersebut juga dilakukan sosialisasi terkait kode sirine kepada masyarakat bantaran sungai.
Jika sirine berbunyi satu kali panjang maka hanya merupakan uji coba dan masyarakat tidak perlu panik. Kemudian jika sirine berbunyi enam kali jeda, maka merupakan salah satu tanda waspada banjir. “Pada momen tersebut, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada,” ujarnya.
Sementara, jika sirine EWS berbunyi empat kali disertai dengan empat kali jeda maka merupakan status siaga banjir. Saat mendengar bunyi tersebut masyarakat harus mulai mengambil langkah antisipasi seperti mematikan aliran listrik, menyiapkan tas siaga bencana, memperhatikan jalur evakuasi, mengamankan barang berharga, dan menunggu arahan petugas.
Baca Juga: Rasakan Pahit Manis Bersama Laskar Sembada, Cleberson Ingin Bawa PSS Sleman ke Papan Atas
Kemudian jika EWS banjir berbunyi panjang secara terus-menerus maka sudah masuk status awas banjir. Pada kondisi itu masyarakat diwajibkan segera mengevakuasi diri ke titik kumpul yang aman, menjauhi area aliran sungai, dan menanti instruksi resmi dari petugas. “Kami menyosialisasikan agar EWS ini bisa dipahami masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bamban Seno Baskoro menegaskan, uji coba EWS perlu dilakukan secara rutin. Bahkan jika memungkinkan bisa dilakukan tiga kali dalam setahun.
Bukan tanpa alasan, Seno memandang uji coba perlu rutin agar masyarakat benar-benar memahami kondisi geografis tempat tinggalnya. Sekaligus bisa mengetahui tindakan mitigasi ketika terjadi bencana banjir.
“Sebab permukiman padat di sepanjang bantaran sungai memiliki kerawanan yang tergolong tinggi saat memasuki musim penghujan,” terangnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita