4 Langkah Sederhana Diversifikasi Pangan yang Bisa Dicoba Warga Jogja Mulai Hari Ini 

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 11:22 WIB
Pangan
Pangan

 
RADAR JOGJA - Diversifikasi pangan sering terdengar seperti istilah teknis pemerintah sebenarnya punya maknanya sederhana.

Yaitu tidak melulu bergantung pada nasi sebagai satu-satunya sumber karbohidrat.


Dan buat warga Jogja, praktiknya sebenarnya sudah ada di depan mata, tinggal bagaimana caranya benar-benar diterapkan di rumah masing-masing.

Baca Juga: Tabrak Truk yang Berhenti di Jalur Cepat, Pelajar Usia 15 Tahun Tewas Seketika


Berikut langkah-langkah konkret yang bisa mulai dicoba:

1. Ganti sebagian porsi nasi dengan pangan lokal


Dari sepertiga porsi karbohidrat di piring, tidak harus semuanya nasi.

Bisa digantikan singkong, kentang, jagung, atau sagu, sesuai apa yang paling mudah didapat di sekitar rumah.


Mulai dari satu kali makan dalam sehari, misalnya sarapan pakai singkong rebus atau gethuk, sisanya tetap nasi seperti biasa.

Baca Juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Jarak Capai 2 Kilometer ke Arah Barat Daya


2. Kenalan ulang dengan pangan lokal khas Jogja yang mungkin sudah lama dilupakan
Tiwul, terbuat dari tepung singkong atau gaplek yang dikukus.


Gatot, saudara dekat tiwul.

Dibuat dari singkong yang difermentasi lebih dulu sebelum dikeringkan dan dikukus.


Growol, identitas kuliner Kulon Progo. Olahan fermentasi singkong dengan rasa asamnya yang khas.


Gethuk, camilan singkong manis yang teksturnya lembut, paling mudah diterima lidah anak-anak dan generasi muda.

Baca Juga: Hasil Manchester City vs Atletico Madrid: Marmoush Brace, The Citizens Comeback


Semua bahan dasarnya adalah singkong dan umbi-umbian, tersedia melimpah di Jogja.

 Namun justru konsumsinya masih jauh lebih rendah dibanding beras.


3. Manfaatkan lahan sempit di rumah lewat urban farming


Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, mendorong warga kota memanfaatkan pertanian perkotaan meski lahan terbatas.
Yaitu dengan bantuan teknologi seperti pot bertingkat, hidroponik sederhana, atau polybag di halaman rumah.


Tanaman yang cocok untuk lahan sempit antara lain: singkong dalam polybag, ubi jalar, atau sayuran cepat panen seperti kangkung dan bayam.

Baca Juga:  "Ngonten" di Medsos, Populerkan Potensi Kuliner dan UMKM Lokal


4. Ubah cara pandang, bukan cuma cara makan
Tantangan terbesar diversifikasi pangan sebenarnya bukan soal ketersediaan bahan, tapi mindset.


Apalagi dengan budaya masyarakat yang masih memegang prinsip "belum makan kalau belum makan nasi".


Padahal secara gizi, karbohidrat dari singkong, ubi, atau jagung sama-sama bisa mengenyangkan dan menyehatkan, asal porsinya diatur dengan baik.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
diversifikasi pangan Warga Jogja karbohidrat pangan singkong