Kuliner Tradisional Jadi Magnet Wisata, DPRD Kota Jogja Dorong Penguatan Ekonomi Lokal

Bahana. • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 11:04 WIB
Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Oleg Yohan
Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Oleg Yohan

JOGJA – DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan kuliner tradisional sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Upaya tersebut diarahkan dengan menggabungkan potensi kuliner lokal, sejarah, budaya, dan pemberdayaan UMKM.

Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Oleg Yohan, menyebut kawasan Museum Monumen Pangeran Diponegoro di Kemantren Tegalrejo menjadi salah satu lokasi yang tengah didorong untuk dikembangkan sebagai ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu program yang digelar di kawasan tersebut adalah Latar Rejo. Program itu resmi diluncurkan pada Minggu (23/8/2026) dengan melibatkan sekitar 65 pelaku usaha.

Latar Rejo menghadirkan beragam kuliner tradisional khas Jogjakarta. Pengunjung dapat menemukan gudeg, bakmi Jawa, aneka kudapan angkringan, jajanan pasar hingga berbagai minuman berbahan rempah.

Menurut Oleg, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu menghidupkan kawasan Museum Monumen Pangeran Diponegoro sebagai ruang publik terpadu.

Baca Juga: Pelajar Dibentengi Hoaks Berbasis Kecerdasan Buatan, Polres Kebumen Bekali Literasi AI dan Deepfake

Dengan konsep tersebut, kawasan museum diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat edukasi dan interaksi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga di sekitarnya.

“Selaku dewan, tentu saja kami mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini tuh ada di kemantren-kemantren, yang kemudian bisa menjadi daya ungkit nilai ekonomi,” ujar Oleg, Senin (31/8/2026).

Oleg mengatakan, Komisi B DPRD Kota Jogja yang memiliki perhatian terhadap sektor pariwisata, kebudayaan, UMKM, dan perdagangan akan terus mendukung keberadaan ruang-ruang kreatif di berbagai wilayah.

Pengembangan ruang kreatif tersebut dinilai dapat menjadi sarana untuk menjaga keberadaan kawasan cagar budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Politisi Partai Nasdem itu menambahkan, DPRD Kota Jogja juga akan memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM serta Dinas Pariwisata.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya kegiatan serupa di kemantren lainnya. Setiap wilayah nantinya dapat mengembangkan karakter dan potensi unggulannya masing-masing sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Baca Juga: Amorim Jadi Faktor Penting, AC Milan Selangkah Lagi Dapatkan Omari Hutchinson?

“Kami sangat berharap kegiatan seperti Latar Rejo ini menjadi salah satu event kalender tahunan,” tegasnya. (inu)

Editor : Bahana.
Latar Rejo dprd kota jogja wisata jogja kuliner tradisional Jogja UMKM Jogja