Setiap Wage, Masyarakat dan Wisatawan Antusias Menikmati Layanan Becak Listrik Gratis

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:00 WIB
LAYANAN PUBLIK:  Warga masyarakat yang meman­faatkan jasa  becak listrik yang diberikan secara gratis. Jalur yang dilewati dari pos Gumaton menyusuri kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. (Istimewa)
LAYANAN PUBLIK: Warga masyarakat yang meman­faatkan jasa becak listrik yang diberikan secara gratis. Jalur yang dilewati dari pos Gumaton menyusuri kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. (Istimewa)

 

Didukung Dana Keistimewaan Berikan Layanan Becak Listrik Gratis

JOGJA - Layanan becak listrik gratis diinisiasi Dinas Perhubungan DIY. Layanan itu mendapatkan respons positif dari masyarakat maupun wisatawan. Itu terlihat dari antusiasme menikmati layanan tersebut, “Jumlahnya terus meningkat sejak pertama kali digelar,” ucap Kepala Bidang Angkutan Dinas Pariwisata DIY Sapto Nugroho kemarin (27/8).

Layanan yang mendapatkan dukungan dana keistimewaan itu diadakan setiap Selasa Wage. Satu kali dalam sebulan. Tahun ini, berlangsung sebanyak sembilan kali layanan. Hingga Agustus ini telah lima kali digelar. Selasa Wage pada bulan ini bertepatan dengan hari libur. Tepatnya  Selasa 25 Agustus 2026 bertepatan dengan libur Hari Besar Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena itu, pelaksanaannya diajukan pada Senin (24/8).

“Di awal-awal hanya sekitar 50 penumpang. Sekarang sudah sekitar 150 penumpang,” jelas Sapto. Layanan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan becak listrik kepada masyarakat. Sekaligus memberdayakan para pengemudi becak yang tergabung dalam koperasi.

Sebagian besar pengguna layanan berasal dari luar DIY. Bahkan, ada wisatawan mancanegara. Layanan becak listrik gratis ini mengambil titik keberangkatan dari Pos Gumaton di sisi timur. Tepatnya di Taman Abubakar Ali. Dari lokasi tersebut, becak bergerak ke selatan menyusuri kawasan Malioboro hingga kawasan Titik Nol Kilometer. Selanjutnya perjalanan berlanjut melalui Jalan Senopati. Kemudian menuju utara melalui Jalan Mataram dan kembali ke Pos Gumaton.

"Dalam setiap pelaksanaan, sekitar 40 hingga 50 becak biasanya ikut beroperasi,” tuturnya.  Namun, jumlah tersebut bergantung pada kesiapan koperasi. Tidak hanya becak listrik, becak kayuh juga diperbolehkan bergabung dalam layanan gratis tersebut. 

Keberadaan becak listrik di kawasan Malioboro tersebar di sejumlah titik. Dinas Perhubungan DIY dengan dukungan dana keistimewaan telah menghibahkan 90 unit becak listrik kepada koperasi pada 2023 dan 2024. Sapto ingin becak listrik dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian kendaraan tradisional di kawasan Sumbu Filosofi.

Teknologi tenaga listrik dinilai dapat mempertahankan karakter becak kayuh yang lebih ramah lingkungan. Becak listrik menjadi bagian pelestarian kendaraan tradisional.  “Harapan kami ke depan semua becak motor di Malioboro bisa beralih ke becak kayuh atau becak listrik,” ungkapnya.

Salah satu pemilik becak listrik di Malioboro Agus Budiarta mengaku, mendapatkan keuntungan lebih banyak dibandingkan saat menggunakan becak motor. Jika saat menggunakan becak motor dalam sehari dia bisa mengeluarkan uang Rp 45 ribu untuk membeli bensin, kini dia hanya mengeluarkan Rp 20 ribu selama lima hari untuk membeli token listrik becak listriknya.

"Ini program pemerintah daerah yang menguntungkan kami,” ceritanya. Ditambah ada rencana mewujudkan program pedestrian Malioboro. Becak listrik masih diperbolehkan beroperasi di kawasan Malioboro. "Harapannya semoga ada bantuan becak listrik lagi agar yang belum mendapatkan bisa punya. Kalau sudah pakai semua terlihat rapi," katanya. (cin/kus)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Becak Listrik Gratis dana keistimewaan Pariwisata Wisatawan Malioboro