Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Endro Sulaksono Dorong PKJ Jadi Gerakan Karakter Utuh

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Endro Sulaksono. DOKUMENTASI PRIBADI
Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Endro Sulaksono. DOKUMENTASI PRIBADI

JOGJA - Peluncuran Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X, di SMA Negeri (SMAN) 6 Jogja pada 4 Mei 2026 menjadi momentum krusial untuk menegaskan kembali hakikat pendidikan berbasis pembentukan karakter.

Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Endro Sulaksono menegaskan, pesan gubernur harus diterjemahkan secara konkret dalam seluruh kebijakan penyelenggaraan pendidikan di Kota Jogja.

Endro mengungkapkan, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa tantangan baru bagi generasi muda. Kemudahan akses informasi tidak otomatis berbanding lurus dengan kedewasaan, empati, maupun kepedulian sosial. Oleh karena itu, PKJ hadir untuk mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan sosial, moral, emosional, dan budaya.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Jogja Turun ke Jalan, 10 Tuntutan Dibawa ke DPRD DIY

“Kita membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian terhadap sesama, mencintai lingkungan, dan memahami budayanya," ujar Endro, Kamis (27/8/2026).

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, PKJ tidak boleh hanya dimaknai sebagai penambahan materi pelajaran atau sekadar program administratif. Namun, harus benar-benar ditempatkan sebagai gerakan kebudayaan yang menjadi menjadikan nilai-nilai luhur Yogyakarta sebagai bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda. 

Ia menyoroti pentingnya internalisasi filosofi Jawa seperti Hamemayu Hayuning Bawana serta prinsip Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh, dan karyenak tyasing sasama. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada hafalan istilah, melainkan diwujudkan dalam perilaku nyata sehari-hari. Seperti fokus, percaya diri yang rendah hati, keteguhan menghadapi tantangan, serta memberikan ketenteraman bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Penumpang Si Bulan Sleman Melonjak, Koridor Tiga dan Empat Paling Diminati

Endro juga berharap agar Pemkot Jogja bisa mengintegrasikan PKJ ke dalam seluruh mata pelajaran dan aktivitas sekolah tanpa menambah beban guru. Pembelajaran sejarah, seni, sains, ekonomi, hingga teknologi informasi harus berpijak pada nilai-nilai kesantunan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

Selain di ruang fisik, PKJ juga dinilai harus menjawab tantangan di ruang digital. Generasi muda diharapkan menerapkan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana dalam berinternet dengan menjauhi perundungan siber (cyberbullying), tidak menyebarkan hoaks, serta bijak memanfaatkan teknologi.

Sebagai pihak legislatif, ia memastikan Komisi D DPRD Kota Jogja berkomitmen mengawal pelaksanaan kebijakan ini agar berjalan terukur dan berkelanjutan. Keberhasilan PKJ tidak diukur dari dokumen atau jumlah kegiatan, melainkan dari perubahan nyata karakter peserta didik menjadi manusia yang bermartabat.

Baca Juga: Cegah Siswa Terprovokasi Aksi Anarkis, Disdikpora DIY Keluarkan SK untuk Sekolah: Begini Bunyinya!

Endro mengingatkan agar implementasi PKJ tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Misalnya hanya sekadar penggunaan pakaian tradisional atau pentas seni tanpa pemaknaan mendalam.

"Budaya bukan penghambat modernitas, melainkan kompas agar modernitas memiliki arah. Anak-anak Yogyakarta harus mampu menjadi manusia modern tanpa kehilangan akar budayanya," tegasnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Gerakan Karakter Utuh PKJ pembentukan karakter Pendidikan Khas Kejogjaan