Budaya Belajar Tak Cukup Dibangun Menjelang Ujian, Muhammadiyah Dorong Pembelajaran Mendalam

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:24 WIB
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib saat Sosialisasi Pembelajaran Mendalam dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Senin (24/8/2026).
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib saat Sosialisasi Pembelajaran Mendalam dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Senin (24/8/2026).

JOGJA – Pendidikan tidak bisa dikerjakan sendirian. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, sekolah, guru, orang tua, pemerintah, hingga masyarakat perlu berjalan bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Pesan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib saat Sosialisasi Pembelajaran Mendalam dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Senin (24/8/2026).

Menurut Irwan, mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua bukan pekerjaan ringan. Salah satu tantangannya adalah memastikan kualitas pendidikan tidak terlalu timpang antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Karena itu, kolaborasi dinilai menjadi kunci. Pendidikan, kata dia, merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan kemampuan menghadapi tantangan kehidupan.

Baca Juga: Misi Manajemen PSIM Mulai Intensifkan Dialog dengan Suporter, Iksan: Kita Jemput Bola

Irwan mengingatkan, persoalan pendidikan akan berdampak panjang jika anak-anak tidak memperoleh proses belajar yang baik sejak dini.

Ia pun menempatkan guru sebagai bagian penting dari tanggung jawab tersebut. Bukan hanya guru di ruang kelas, tetapi seluruh pihak yang ikut mendampingi tumbuh kembang anak memiliki peran dalam membangun kebiasaan belajar.

Di tengah tantangan tersebut, Irwan mendukung penerapan Pembelajaran Mendalam atau deep learning serta TKA yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Ia menilai, salah satu pekerjaan rumah pendidikan saat ini adalah membangun budaya belajar peserta didik. Kebiasaan belajar tidak semestinya muncul hanya ketika ujian sudah di depan mata.

Baca Juga: Tiga Pemain Pilar PSS Sleman Mulai Membaik dari Cedera

Menurutnya, pembentukan budaya belajar perlu dilakukan secara bertahap. Anak perlu dibiasakan memahami apa yang dipelajari, mengerti manfaatnya, kemudian memiliki dorongan untuk terus belajar tanpa harus selalu menunggu instruksi.

Kondisi tersebut bahkan masih ditemukan hingga jenjang perguruan tinggi. Sebagian mahasiswa baru belajar secara serius ketika ujian akan berlangsung. Jika pola seperti ini terus terjadi, proses pendidikan tentu tidak berjalan secara optimal.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari. Ia melihat konsep Pembelajaran Mendalam sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru.

Menurut Deni, gagasan tersebut memiliki kemiripan dengan tradisi pendidikan yang telah lama berkembang di lingkungan Muhammadiyah. Ia mencontohkan cara KH Ahmad Dahlan mengajarkan surat Al-Maun kepada para santrinya.

Baca Juga: Ada 92 Aduan, Dinsosnakertrans Kota Jogja Tunggu Data Perubahan Desil Terbaru dari Kemensos RI

Para santri tidak sekadar diminta menghafal. Mereka diarahkan untuk memahami dan mengamalkan nilai yang terkandung di dalamnya. Dari sini, Deni melihat adanya semangat belajar yang tidak berhenti pada penguasaan materi.

Bagi Deni, pendidikan idealnya melahirkan guru yang mampu menginspirasi. Guru tidak cukup hanya pandai menyampaikan materi atau menjelaskan pelajaran, tetapi juga perlu membantu peserta didik menemukan makna dari apa yang mereka pelajari.

Dengan perencanaan yang matang dan penerapan yang konsisten, Pembelajaran Mendalam dan TKA diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar yang lebih kuat.

Tujuannya sederhana, tetapi penting: membuat anak belajar bukan semata-mata karena ujian, melainkan karena memahami bahwa belajar merupakan proses yang terus berlangsung sepanjang kehidupan.

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Muhammadiyah
Pendidikan Yogyakarta Pembelajaran Mendalam Budaya Belajar Muhammadiyah tka