JOGJA - Jogja Book Fair (JBF) kembali digelar mulai tanggal 29 Agustus hingga 8 September 2026 dengan mengusung tema Jangka. Ajang pameran buku di Jogjakarta itu juga akan diramaikan dengan pameran arsip keistimewaan dengan tema Jelajah Memori Keistimewaan Budaya DIY.
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Diselenggarakan di Grhatama Pustaka, Jalan Raya Janti, Banguntapan, Bantul.
Ketua IKAPI DIY Wawan Arif mengatakan, ada sebanyak 119 penerbit dari berbagai daerah di Indonesia yang ikut serta dalam JBF tahun ini. Penyelenggara juga menyediakan berbagai promo.
Baca Juga: Tak Butuh Waktu Lama untuk Adaptasi, Adrian Dalmau Sebut Gaya Main Van Gastel Cocok Dengannya
Misalnya ada buku yang dijual mulai dari harga Rp 5.000, dengan pilihan diskon 25 persen, 50 persen, hingga 80 persen. Pengunjung juga dapat menikmati program bundling berupa satu tas penuh buku hanya Rp 75.000.
Wawan mengungkapkan, penyelenggaraan JBF tahun ini tidak hanya mempertemukan masyarakat dengan buku. Namun juga menghadirkan arsip sebagai bagian dari upaya merawat memori kolektif.
“Jogja Book Fair tahun ini tidak hanya menjadi ajang jual-beli buku, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif masyarakat melalui buku, arsip, dan literasi,” ujar Wawan dalam jumpa pers di Kantor DPAD DIY, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Van Gastel Waspadai Sekaligus Kritisi Jadwal Padat Super League, PSIM Harus Siapkan Kedalaman Skuad
Kepala DPAD DIY Syam Arjayanti menyampaikan, kolaborasi antara JBF dengan pameran arsip akan memperkuat ekosistem literasi di Jogjakarta. Sebab buku dan arsip sama-sama menjadi sumber pengetahuan sekaligus rekaman perjalanan masyarakat.
Syam berharap, melalui kegiatan dapat menghadirkan ruang yang tidak hanya mengajak masyarakat membaca. Namun juga membuat masyarakat mengenal, memahami, dan merawat memori kolektif dalam arsip.
“Kami berharap Jogja Book Fair x Pameran Arsip Keistimewaan dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan terbuka bagi seluruh masyarakat,” jelasnya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita