Baca Juga: Layang-Layang Terbang tanpa Kerangka pada Event Parangkusumo International Kite Festival
Latar Rejo beroperasi setiap hari, mulai pagi, sore, hingga malam. Pengelola juga telah menjadwalkan pentas budaya lokal secara rutin. Dalam peluncurannya, pihak kelurahan menggandeng sebanyak 65 pelaku UMKM. Kegiatan turut dimeriahkan jalan sehat, senam bersama, serta penampilan tari angguk.
Melalui integrasi antara sajian kuliner dan pertunjukan seni ini, Suyadi berharap Latar Rejo dapat menjadi magnet wisata baru. Kemudian mendongkrak pendapatan para pelaku usaha kecil, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat di Kelurahan Tegalrejo. "Pengunjung dapat menikmati kuliner sekaligus mengenal seni dan budaya,” jelas Suyadi.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Oleg Yohan mengungkapkan, nama Latar Rejo diambil dari filosofi latar yang berarti halaman dan rejo yang bermakna ramai. Kegiatan itu diselenggarakan juga untuk mengoptimalkan potensi keramaian pasca HUT Kemerdekaan RI.
Baca Juga: Pawai Budaya Giwangan Angkat Potensi Warga dan UMKM, Hadirkan Peserta dari 13 RW dan Produk Lokal
Ia menjelaskan, Latar Rejo dirancang menjadi embrio pusat kuliner malam. Selain menjadi wadah berjualan harian, keberadaannya juga diproyeksikan sebagai persiapan awal menyambut potensi pasar kaget jelang bulan Ramadan mendatang.
Politisi Partai Nasdem ini berharap Latar Rejo mampu berkembang secara konsisten hingga menjadi salah satu ikon kuliner baru di Kota Jogja. Ia juga memastikan, legislatif terus mendukung penuh langkah kolaboratif antara pemerintah wilayah dan komunitas pelaku usaha mikro itu.
"Selaku dewan, tentu saja kami mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini ada di kemantren-kemantren, yang kemudian bisa menjadi daya ungkit nilai ekonomi masyarakat," ungkap Oleg.
Baca Juga: Pneumonia Meningkat, Lansia dan Balita Paling Rentan Terpapar: Ini Penjelasan Dinkes Kota Jogja..
Turut hadir, Kepala Bidang UKM Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja Bebasari Sitarini menyampaikan, pusat kuliner terpadu Latar Rejo dihadirkan sebagai penggerak ekonomi dengan menyediakan destinasi wisata kuliner.
Lewat program tersebut diharapkan muncul ruang temu masyarakat yang mampu bersama-sama menghidupkan perekonomian lokal.
“Kulineran Latar Rejo bukan menjadi garis finish tapi merupakan garis start menjadi ruang temu warga yang berkelanjutan bagaimana untuk bisa menghidupkan ekonomi warga, untuk tumbuh bersama dan menjadi destinasi baru kuliner di Kota Jogja,” tegas Sita sapaannya. (inu/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita