Pawai Budaya Giwangan Angkat Potensi Warga dan UMKM, Hadirkan Peserta dari 13 RW dan Produk Lokal

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:25 WIB
MERIAH: Warga Kelurahan Giwangan sedang mengarak gunungan, dalam rangka Pawai Budaya dan Gelar UMKM, Minggu (23/8/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja
MERIAH: Warga Kelurahan Giwangan sedang mengarak gunungan, dalam rangka Pawai Budaya dan Gelar UMKM, Minggu (23/8/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja

JOGJA – Sebanyak 13 rukun warga (RW) di Kelurahan Giwangan mengikuti gelaran Pawai Budaya dan Gelar UMKM yang diselenggaran Kelurahan Giwangan, di halaman kantor Minggu (23/8/2026).

Event ini tak sebatas menjadi ajang pelestarian budaya, melainkan mendukung pelaku UMKM lokal agar semakin berkembang dan mampu naik kelas.

Plt Lurah Giwangan Arif Rohman Hudiyanto mengatakan, tujuan event ini sebagai upaya menumbuhkan potensi, mempertahankan seni dan budaya, serta mendorong kreativitas warga. Belasan RW seluruhnya mengikuti acara dengan menampilkan kreasi terbaik, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Baca Juga: Pneumonia Meningkat, Lansia dan Balita Paling Rentan Terpapar: Ini Penjelasan Dinkes Kota Jogja..

Para peserta mengenakan pakaian bregada yang dilengkapi properti busur, serta pakaian adat lainnya. Selain itu, terdapat tiga gunungan yang dibawa warga terdiri atas sayur-mayur, gunungan berisi makanan kecil dari UMKM, dan lain sebagainya.

Pantauan Radar Jogja, sekitar seribu warga Kelurahan Giwangan mengikuti pawai budaya sejauh 2,5 kilometer, dari Kampung Mendingan hingga finish di kantor Kelurahan Giwangan. Sepanjang pawai, beberapa peserta menampilkan berbagai atraksi, seperti tarian dan yel-yel khas masing-masing.

Ada pula peserta yang mengenakan pakaian bernuansa merah putih sembari membawa bendera kecil. Setelah pawai, berbagai anak muda Giwangan tampil di atas panggung dengan menunjukkan potensinya, di antaranya bernyanyi dan menari.

"Selain penampilan para warga, terdapat 12 stand UMKM yang diharapkan semakin maju dan rakyat semakin sejahtera," katanya di sela kegiatan.

Baca Juga: Semarakkan HUT Ke-81 RI, Bendera Merah Putih Sepanjang 481 Meter Membentang di Pantai Parangtritis

Dengan adanya kegiatan ini, dia berharap dapat mempererat silaturahmi antarwarga, membangun rasa bangga terhadap lingkungan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membangun Kelurahan Giwangan agar semakin maju.

"Semoga kegiatan ini terus dilaksanakan dan menjadi agenda yang meriah dari tahun ke tahun dengan kebersamaan tetap terjaga," pintanya.

Koordinator Acara Dyah Maydha Ningrum mengatakan, telah menggelar kegiatan serupa dalam tiga tahun terakhir sekaligus memperingati HUT ke-81RI. Selain pawai budaya, pentas seni, dan Gebyar UMKM, terdapat pula pembagian doorprize kepada warga yang diselenggarakan tahun ini.

"Yang spesial hadiah doorprize per orang tahun ini, jadi yang dapat nggak kontingen lagi, tapi per person," jelasnya.

Baca Juga: Praperadilan Jadi Bahan Evaluasi Dinar Kripsiaji, Fokus Petakan Kasus Dana Hibah Pariwisata

Selain itu, terdapat perbedaan dalam pelaksanaan tahun ini. Pihaknya mulai berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Jogja dan Dinas Kebudayaan Kota Jogja. Serta menggelar sosialisasi tentang program Mas Jos.

"Masyarakat, setelah pawai tidak hanya mendapatkan doorprize saja, tapi nanti kita akan mulai meraih gunungan," tuturnya.

Selama ini, kata dia, pemuda di kalurahan tersebut dianggap kurang aktif. Karena itu, melalui kegiatan ini pihaknya mencoba menggerakkan pemuda untuk mengembangkan dan memberdayakan potensi masyarakat yang ada di Kelurahan Giwangan.

"Sehingga yang membangun tidak hanya generasi tua, tapi generasi muda ikut membangun Kelurahan Giwangan," harapnya.

Baca Juga: Gerakan Tanam Brigade Pangan, Perkuat Swasembada dan Regenerasi Petani 

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Umbulharjo Ananto Wibowo mengatakan, kegiatan Gelar Budaya dan Gelar UMKM merupakan program Pemkot Jogja dalam rangka menghidupkan kebudayaan.

Serta meningkatkan UMKM agar semakin banyak masyarakat yang membeli produk lokal.

Dia berharap, ke depan kegiatan Gelar UMKM tidak hanya dilaksanakan saat acara tertentu, tetapi juga digelar di lokasi-lokasi strategis. "Sehingga UMKM di Giwangan bisa berjualan dan laku, bukan hanya saat gelar UMKM saja," harapnya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
potensi warga Giwangan pawai budaya produk lokal UMKM