Baca Juga: Praperadilan Jadi Bahan Evaluasi Dinar Kripsiaji, Fokus Petakan Kasus Dana Hibah Pariwisata
“Dalam kondisi tertentu, penyakit ini bisa berakibat fatal. Untuk itu, upaya pencegahan menjadi hal yang sangat penting,” ujar Endang saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Minggu (23/8/2026).
Endang menegaskan, virus penyebab pneumonia memang rawan menyerang usia balita dan lansia karena imunitas tubuh mereka yang lemah. Sehingga pencegahan penularan pada dua kategori tersebut wajib menjadi prioritas. Salah satunya dengan menjauhkan dari paparan asap kendaraan dan rokok serta melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Pada balita penyakit pneumonia ditandai dengan demam, batuk dan sesak nafas. Jika orang tua mendapati gejala tersebut pada anaknya maka wajib segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes),” ujarnya.
Baca Juga: Gerakan Tanam Brigade Pangan, Perkuat Swasembada dan Regenerasi Petani
Di samping itu, orang tua balita juga diimbau untuk melengkapi imunisasi seperti Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dan vaksin hexavalen. Imunisasi PCV diberikan pada anak usia 2 bulan, 3 bulan dan diberikan kembali pada usia anak 1 tahun.
“Mari lengkapi imunisasi anak sesuai usia, gunakan masker sebagai perlindungan, dan terapkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas),” tegas Endang. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita