Perkembangan Skena Custom di Jogja Cukup Progresif

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:11 WIB
Para pengunjung menikmati berbagai karya di Indonesian Custom Show 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (22/8/2026). (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Para pengunjung menikmati berbagai karya di Indonesian Custom Show 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (22/8/2026). (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - Perkembangan industri dan komunitas custom di DIY dinilai semakin menunjukkan pertumbuhan. Bukan hanya dari jumlah builder dan penggemar, tetapi juga dari semakin banyaknya event yang ikut memunculkan dan mempertemukan pelaku di dalam skena tersebut.

Media Relation Indonesian Custom Show (ICS) 2026 Febrianita Candra mengatakan, secara garis besar perkembangan skena custom di Jogja dalam beberapa tahun terakhir cukup progresif. Semakin banyak event otomotif dan custom turut mendorong pertumbuhan builder maupun custom enthusiast.

"Banyak builder yang makin tumbuh. Tadinya bengkel-bengkel yang mungkin spiritnya belum bangkit, dengan makin banyak event otomotif, event custom semakin banyak di Jogja, skena-skenanya juga makin banyak muncul," kata Febrianita saat ditemui di ICS 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga: Sejarah Rumah Sakit Tertua di Jogja: RS Bethesda yang Sudah Ganti Nama 4 Kali 

Ia menyebut sejumlah event dan skena yang bermunculan membuat geliat custom di Jogja semakin berkembang. Kondisi itu juga diikuti dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat.

"Itu yang menjadikan spirit teman-teman builder atau custom enthusiast juga makin berkembang dan semakin baik. Itu kenapa kami juga semakin mewadahi karena demand-nya juga semakin tinggi di Indonesia, terutama di Jogja," ujarnya.

Menurut Febrianita, DIY bahkan memiliki sejumlah segmen custom yang cukup kuat. Salah satunya custom motor matik yang disebut menjadi salah satu bagian terbesar dalam industri custom di kota ini.

"Kalau di DIY sendiri cukup siap, karena ada beberapa section yang terbesarnya itu di sini. Misalnya custom motor matic, itu terbesarnya ada di Jogja," katanya.

Baca Juga: Budaya Kustom di Jogja Makin Berkembang, Event Otomotif Jadi Ruang Temu Antara Builder dan Konsumen

Geliat tersebut juga tercermin dari jumlah karya yang masuk dalam ICS 2026. Dari total submission yang mencapai lebih dari 500 custom car dan custom bike, lebih dari 200 karya dinyatakan lolos untuk mengikuti kontes, exhibition, maupun display.

Peserta tidak hanya berasal dari DIY. Febrianita menyebut submission juga datang dari berbagai daerah, mulai Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera. Ia memperkirakan sekitar 40–50 persen submission berasal dari DIY.

Menurutnya, karya yang tidak lolos kurasi juga tidak serta-merta dianggap gagal. Sebab, setiap karya dinilai berdasarkan sejumlah kriteria yang ditetapkan penyelenggara.

"Setiap yang datang, setiap yang dipajang di sini itu adalah sebuah bentuk karya yang lahir dari ide, dari usaha, dari semangat, dari bagaimana teman-teman menggeluti dunia custom," tuturnya.

Selain menjadi ruang untuk memamerkan karya, menurut Febrianita, pertemuan antara builder dan pengunjung juga dapat berlanjut menjadi hubungan bisnis. Ia menyebut pernah ada builder yang mendapatkan sejumlah pelanggan setelah mengikuti ICS.

"Jadi harapannya itu juga menjadi penggerak ekonomi. Tidak harus dealing-nya di dalam ICS, justru ICS jadi wadahnya," katanya.

Lebih lanjut perkembangan custom juga ditunjukkan melalui semakin beragamnya bidang yang masuk ke dalam penyelenggaraan ICS. Tahun ini, misalnya, ICS menghadirkan program fashion show bertajuk Style on Wheels dengan menggandeng sejumlah desainer.

Baca Juga: Vincent Kompany Tegaskan Bayern Munich Incar Trofi Franz Beckenbauer Super Cup

Menurut Febrianita, program tersebut ingin menunjukkan keterkaitan antara custom dengan fashion. "Custom itu tidak hanya kendaraan, tapi semuanya itu berkesinambungan. Dari fashion-nya, dari spirit-nya, itu semua jadi satu," ujarnya.

Kendaraan listrik juga kembali mendapat ruang dalam ICS. Febrianita mengatakan kendaraan listrik mulai diperkenalkan dalam event tersebut sejak tahun lalu.

"Untuk kendaraan listrik itu kan mulai masif. Jadi kami juga memberi wadah bahwa kendaraan listrik itu juga bagian dari dunia otomotif dan bisa di-custom juga," jelasnya.

Sementara dalam Show & Shine, penyelenggara tidak membatasi karya berdasarkan genre custom tertentu. Klasifikasi kendaraan yang ditampilkan, antara lain, dibagi berdasarkan asal produksi engine, yakni Asian, Australian, dan European.

Baca Juga: Der Klassiker Borussia Dortmund vs Bayern Munich, Prediksi Skor, H2h, Susunan Pemain

Febrianita mengatakan pendekatan tersebut dilakukan karena pihaknya ingin memberikan ruang bagi beragam bentuk custom. "Kami tidak mau mengkotak-kotakkan custom sesuai genre-nya. Harapannya semua itu bisa terfasilitasi di Indonesian Custom Show," katanya.

Perkembangan itu turut menarik pengunjung dari luar Jogja. Salah satunya Andika Restu yang datang bersama istri dan anaknya dari Solo. Ia mengaku hampir setiap tahun mengunjungi ICS karena memiliki ketertarikan terhadap otomotif dan custom.

"Saya datang ke sini bersama anak dan istri saya, karena memang sejak dulu saya suka otomotif dan custom. Memang hampir setiap tahun saya datang ke ICS," kata Andika.

Selain menikmati karya yang ditampilkan, Andika juga menjadikan kunjungannya sebagai kesempatan mengenalkan ketertarikannya terhadap otomotif kepada sang anak.

"Ditambah saya sekalian cuci mata melihat hasil karyanya, walaupun mungkin belum bisa bikin atau beli yang seperti di sini. Tapi bisa datang dan menikmati saja rasanya sudah senang," tambahnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Relation Indonesian Custom Show Febrianita Candra custom car jogja expo center