Yogyakarta Dibidik Jadi Pasar Strategis Wisata Kesehatan Malaysia, Ini Pertimbangannya!

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:11 WIB
PAMERAN: Suasana Malaysia Healthcare Expo 2026 Yogyakarta yang digelar di Grand Atrium, Pakuwon Mall Jogja, Jumat (21/8/2026). Kegiatan berlangsung hingga 23 Agustus 2026. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
PAMERAN: Suasana Malaysia Healthcare Expo 2026 Yogyakarta yang digelar di Grand Atrium, Pakuwon Mall Jogja, Jumat (21/8/2026). Kegiatan berlangsung hingga 23 Agustus 2026. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

JOGJA - Potensi pasar wisata kesehatan di Indonesia semakin diperhitungkan oleh kancah internasional. Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mencatat kunjungan wisata kesehatan dari nusantara ke negeri jiran mencapai  968.000 orang pada tahun 2025 dengan nilai transaksi menyentuh RM 2,2 atau setara Rp. 9,6 triliun.

Head of Indonesia Market MHTC Rahmatullah Baragau mengungkapkan, Yogyakarta merupakan pasar strategis bagi pelayanan kesehatan Malaysia. Lantaran karakter budaya masyarakatnya memiliki perhatian tinggi terhadap kesehatan, kemudian meningkatnya permintaan terhadap pelayanan medis spesialis lanjutan. Serta kemudahan konektivitas langsung dari dan ke Kuala Lumpur. 

Faktor-faktor tersebut, menurutnya dapat membuka peluang lebih besar untuk semakin memperkuat kolaborasi pelayanan kesehatan antara Malaysia dan Indonesia. Sebab akan memperluas akses bagi pasien Indonesia terhadap berbagai pilihan perawatan spesialis.

Baca Juga: Diduga Henti Jantung, Seniman Ketoprak Meninggal Dunia saat Pentas di Panggung

"Indonesia selalu menjadi pasar terdekat dan terpenting bagi Malaysia Healthcare, dan Yogyakarta memiliki potensi besar,” ujar Rahmatullah di sela pembukaan Malaysia Healthcare Expo (MHX) yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).

Melalui MHX Yogyakarta, pihaknya ingin memperkuat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap pelayanan kesehatan di Malaysia. Dalam kegiatan tersebut pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan rumah sakit Malaysia, melakukan konsultasi kesehatan, mengeksplorasi berbagai opsi perawatan, serta mendapatkan informasi menyeluruh mengenai ekosistem layanan kesehatan Malaysia. 

Rahmatullah menyatakan ada belasan rumah sakit yang berpartisipasi untuk menampilkan keunggulan layanan kesehatan. Mulai dari bidang spesialisasi, seperti kardiologi, onkologi, ortopedi, fertilitas, pemeriksaan kesehatan, gastroenterologi, serta layanan spesialis lainnya. MHX Yogyakarta 2026 sendiri berlangsung dari tanggal 20 hingga 23 Agustus di Grand Atrium, Pakuwon Mall Jogja.

Baca Juga: Pemkot Jogja Siapkan Lahan SG Seluas 1.000 Meter Persegi untuk KKMP di Kelurahan Giwangan

Rumah sakit yang berpartisipasi meliputi Flagship Medical Tourism Hospital (FMTH), yaitu Island Hospital Penang, Institut Jantung Negara (IJN), Mahkota Medical Centre, dan Subang Jaya Medical Centre, serta rumah sakit anggota lainnya seperti Alpha IVF & Women's Specialists, Ampang Puteri Specialist Hospital, GenPrime Everlink Fertility Centre, Hospital Picaso.

Kemudian Damansara Specialist Hospital 2, KPJ Klang Specialist Hospital, MSU Medical Centre, Optimax Eye Specialist Centre, Pantai Hospital Kuala Lumpur, Pantai Hospital Penang, Penang Adventist Hospital, Sunway Medical Centre Damansara, Sunway Medical Centre Penang, Sunway Medical Centre Sunway City Kuala Lumpur, dan Thomson Hospital Kota Damansara.  

“Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi MHTC yang lebih luas untuk memperkuat kemitraan jangka panjang dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia,” jelas Rahmatullah. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Pasar Strategis Wisata Kesehatan Kota Jogja Yogyakarta Malaysia