Sesuai Kalender Jawa, Hadeging ke-221 Kadipaten Pakualaman Digelar Dua Kali Tahun Ini: Ini Acaranya!

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:32 WIB
JUMPA PERS: Protokoler Kadipaten Pakualaman Nyi Mas Lurah Adyaksaputri, Pelindung Acara Hadeging Kadipaten Pakualaman Gusti Pangeran Haryo (GPH) Indrokusumo, dan Mas Bekel Setyoreksoko saat nemberikan pemaparan kepada wartawan, Jumat (21/8/2026). Rizky Wahyu/Radar Jogja
JUMPA PERS: Protokoler Kadipaten Pakualaman Nyi Mas Lurah Adyaksaputri, Pelindung Acara Hadeging Kadipaten Pakualaman Gusti Pangeran Haryo (GPH) Indrokusumo, dan Mas Bekel Setyoreksoko saat nemberikan pemaparan kepada wartawan, Jumat (21/8/2026). Rizky Wahyu/Radar Jogja

JOGJA - Kadipaten Pakualaman kembali menggelar peringatan berdirinya (Hadeging) yang ke-221. Menariknya, berdasarkan penanggalan Jawa (11 Jumadilakhir 1739 Alip) dan perputaran kalender Jawa yang lebih cepat membuat perayaan Hadeging ini bakal berlangsung dua kali sepanjang 2026.

Protokoler Kadipaten Pakualaman Nyi Mas Lurah Adyaksaputri mengatakan, perayaan berdasarkan tahun Masehi hanya akan digelar secara internal dan berfokus pada ritual adat. Sementara gelaran yang melibatkan publik secara luas dialokasikan penuh pada Hadeging tahun Jawa.

"Fokus Pura Pakualaman selalu pada bidang adat, kebudayaan, dan pendidikan yang melibatkan masyarakat umum, sekaligus mengapresiasi abdi dalem yang terus mendukung keberlangsungan tempat ini," ucapnya kepada wartawan saat jumpa pers, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Tak Bisa Proses Tuntutan Transparansi Danais, KID: Serikat Warga YogyakartaHarus Tempuh Prosedur Ini

Dalam Hadeging ke-221 Kadipaten Pakualaman ini, ada berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Kegiatan itu sudah berlangsung mulai 20 September nanti hingga 22 November mendatang.

Berbagai kegiatan itu akan melibatkan masyarakat umum, pelajar, hingga abdi dalem. Sejumlah agenda menarik di antaranya lomba mewarnai motif batik Pakualaman, festival langen siwi, lomba tari klasik gagrak Pakualaman, hingga sayembara jemparingan mataraman pelajar.

Pelindung Acara Hadeging Kadipaten Pakualaman Gusti Pangeran Haryo (GPH) Indrokusumo menegaskan pentingnya peringatan berbasis tarikh Jawa ini sebagai pengingat bagi generasi muda.

Baca Juga: Masuk Pidana Berat, Polda DIY Nilai Korupsi TKD Condongcatur Bisa Pidana tanpa Sanksi Administratif

Menurutnya, pemeliharaan warisan tradisi seperti gamelan mendesak agar identitas budaya tidak hilang atau terakuisisi pihak luar. Terlebih, perlakuan dan rasa hormat masyarakat mancanegara terhadap gamelan kini kian intensif.

"Di Amerika Serikat saja ada sekitar 700 set gamelan. Bahkan ada turis yang menegur ketika melihat gamelan dilangkahi. Ini menjadi otokritik bagi kita. Jangan sampai kelak kita justru harus belajar gamelan ke luar negeri karena mereka lebih disiplin memeliharanya," lontarnya.

Oleh karena itu, guna memantik kepedulian generasi muda serta melestarikan seni metalurgi tradisi, pihak Kadipaten Pakualaman menyelenggarakan serangkaian ajang perlombaan dan kegiatan kebudayaan yang telah disiapkan.

Mas Bekel Setyoreksoko dari bidang perlombaan menyampaikan, agenda Hadeging ke-221 ini diisi oleh beragam kompetisi edukatif hingga ritual keagamaan.

Baca Juga: Pelatih PSS Huistra Puas dengan Pemain Asing Barunya Melvyn Lorenzen dan Christope Nduwarugira

Itu meliputi perlombaan seni dan budaya, seperti lomba mewarnai batik gagrak Pakualaman, lomba literasi aksara Jawa tingkat nasional, festival lapan cili, lomba cipta lelagon bocah, grand prix melukis pelajar, dan festival karawitan anak.

Selain seni dan budaya, ada juga kegiatan olahraga dan seni pertunjukan tradisional. Itu meliputi lomba jemparingan mataraman gaya duduk berbusana Jawa serta pementasan tari klasik Pakualaman.

Tak hanya itu, dalam Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-221 ini ada juga kegiatan spiritual dan ziarah. Itu seperti semakan Al-quran, tasyakuran, hingga tradisi nyekar ke makam para pendiri Kadipaten Pakualaman di Kotagede dan Girigondo. (ayu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Hadeging 221 warisan tradisi Kadipaten Pakualaman kalender jawa