Sepanjang Tahun 2026 Dinkes Kota Jogja Catat 744 Kasus TB, 58 Penderita Meninggal

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:34 WIB
CEGAH: Pekerja mengenakan masker saat melintas di kawasan Malioboro, Kota Jogja, kemarin (20/8). Hingga Juli 2026, Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat 680 kasus tuberkulosis (TB), dengan 637 kasus di antaranya telah menjalani pengobatan. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
CEGAH: Pekerja mengenakan masker saat melintas di kawasan Malioboro, Kota Jogja, kemarin (20/8). Hingga Juli 2026, Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat 680 kasus tuberkulosis (TB), dengan 637 kasus di antaranya telah menjalani pengobatan. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat kasus tuberkulosis (TB) telah mencapai 744 kasus dari periode bulan Januari hingga 18 Agustus 2026. Dari jumlah ITU, 7,92 persen atau sekitar 58 penderita dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu menyebut, pihaknya terus berupaya menekan kasus kematian dan penularan TB. Pasalnya, penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu mudah menular melalui udara lewat batuk, bersin, hingga dahak penderita.

Baca Juga: Hasil Laboratorium, Ayam Barbeku Jadi Penyebab Keracunan MBG di SMPN 3 Wates

Guna mencegah penularan, pada tahun ini pihaknya mulai menggencarkan active case finding  (ACF). Yakni metode pencarian langsung orang-orang berisiko dan bergejala TB supaya dapat dilakukan pengobatan. Program itu berjalan dari 31 Juli hingga 19 November 2026 dengan menyasar 45 kelurahan.

Pelaksanaan ACF akan terintegrasi dengan program cek kesehatan gratis (CKG). Namun lokasinya tidak hanya terbatas pada puskesmas. Total ada 52 lokasi yang akan menjadi pelaksanaan ACF, termasuk di lingkungan perkantoran dan lembaga pemasyarakatan (lapas).

Dalam pelaksanaan program itu, dinkes juga akan melakukan tracing terhadap kontak erat penderita. Misalnya keluarga atau rekan kerja penderita. Mereka akan didorong mengikut CKG agar bisa dipastikan sudah tertular atau belum dari penderita pertama.

"Sejak tiga empat tahun lalu kami sudah betul-betul menyisir orang-orang yang belum ke faskes dan merasa masih sehat, dengan cara ACF," ujar Endang di Balai Kota, Kamis (20/8).

Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Guncang DIY, Pusatnya di Tenggara Bantul

Menurut Endang, penderita TB memiliki tingkat kesembuhan tinggi jika rutin menjalani pengobatan selama enam bulan. Berdasarkan 744 kasus yang tercatat hingga pertengahan Agustus tahun ini ada 68,24 atau sekitar 507 penderita yang sukses diobati.

Namun tantangan yang dihadapi dinkes dalam pengobatan TB biasanya ditemui pada penderita yang kurang disiplin untuk minum obat. Dari total 744 kasus tercatat ada 95,2 yang loss to follow up (LTFU) atau tidak lagi bisa dipantau pengobatannya oleh petugas kesehatan. “Kami menghimbau masyarakat itu untuk disiplin minum obat sesuai resep yang diberikan dokter,” pesan Endang.

Meskipun memiliki tingkat penularan tinggi, ia menyatakan TB bisa dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Misalnya memakai masker pada lingkungan yang ramai. Sering menjemur barang-barang seperti kasur dan sofa di bawah terik matahari. 

Baca Juga: PGN Suadesa Festival 2026 Hadir di Sleman, Pasar UMKM Hadirkan Jikustik hingga The Rain

Serta menjaga lingkungan rumah dalam keadaan kering, karena bakteri penyebab TB hidup di tempat yang lembab. Masyarakat juga wajib memperkuat imunitas tubuh dengan makanan bergizi dan rutin berolahraga. “Sebab TB menyerang saat daya tahan tubuh lemah,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah menyampaikan, ACF dilaksanakan juga untuk mempercepat capaian eliminasi TB pada 2030. Program itu sudah dilakukan sejak 2020 lalu. 

Metode skrining dilakukan dengan melihat saluran pernapasan lewat alat x-ray. "Kegiatan ACF untuk meningkatkan penemuan kasus TB agar mendapat pengobatan dini dan melacak kontak erat guna mencegah penularan," bebernya. (inu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
tuberkulosis (TBC) Active Case Finding x-ray Dinkes Kota Jogja