JOGJA - Keteladanan Nabi Muhammad SAW hadir dalam balutan batik penuh warna di panggung Jogja Fashion Week. Koleksi bertajuk Playground of Hope karya desainer Iffah M Dewi dari Sogan Batik menerjemahkan nilai kelembutan, berbagi, memaafkan, hingga menjaga harapan ke dalam enam busana yang playful dan sarat makna.
Koleksi tersebut menjadi salah satu karya yang menarik perhatian dalam Indonesian Fashion Chamber (IFC) Fashion Trend Show, rangkaian Jogja Fashion Week (JFW) 2026 di Jogja Expo Center, Minggu (16/8). Di tengah beragam busana yang ditampilkan, Playground of Hope membawa pesan spiritual melalui permainan warna, simbol, dan ragam detail pada setiap rancangan.
Iffah mengatakan, koleksi tersebut dirancang sebagai penawar di tengah hiruk-pikuk konflik dan ketidakpastian dunia. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah diterjemahkan ke dalam bahasa fashion yang ekspresif, ceria, sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Pieter Huistra Optimistis PSS Sleman Tatap Kompetisi Musim 2026/2027
“Melalui koleksi ini, saya ingin menghadirkan pengingat tersebut dalam bentuk yang ringan, ceria, dan dekat dengan keseharian,” ujarnya Senin (17/8).
Dalam koleksi ini, Sogan Batik memadukan batik cap dan tulis dengan kain katun melalui teknik layering, siluet asimetris, dan rancangan convertible. Beragam aplikasi naif berupa angka, awan, bulan sabit, hingga aksara Jawa turut memperkuat karakter setiap busana. Tampilan dilengkapi alas kaki dengan warna-warna cerah.
Enam busana yang ditampilkan memiliki pesan berbeda. Fivey Jacket, misalnya, mengangkat angka lima sebagai simbol salat lima waktu yang menjadi pengingat untuk membersihkan jiwa dan menyegarkan hati setiap hari.
Kemudian Dwee Batik Vest & Skirt menggunakan simbol angka dua dan aksara Jawa. Busana tersebut terinspirasi pesan tentang keutamaan berbagi harta serta mengamalkan ilmu.
Baca Juga: Van Gastel Pasang Target Realistis untuk PSIM di Musim Kedua Super League, Tak Mau Umbar Janji Manis
Ada pula Hope Appliqué Dress yang menggambarkan ketabahan Rasulullah SAW ketika menghadapi peristiwa di Thaif. Busana ini dihiasi enam ornamen, antara lain angka Jawa satu, bunga, awan, hilal, tiga titik waktu, serta aksara Jawa asa.
Pesan tentang kasih sayang diwujudkan melalui Rahmah Batik Set. Koleksi ini membawa konsep rahmatan lil ‘alamin melalui motif Sogan Cilik yang memadukan truntum sebagai simbol keikhlasan dan kawung yang bermakna kebijaksanaan.
Sementara Khaira Long Outer mengawinkan falsafah Jawa urip iku urup dengan ajaran untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Siluet asimetris pada busana tersebut menggambarkan kebaikan yang terus mengalir.
Busana terakhir, Sumringah Batik Set, berupa kebaya bermotif bunga. Karya ini menjadi metafora kelembutan hati perempuan yang memilih tetap memaafkan meski pernah terluka.
Iffah menjelaskan, Playground of Hope juga menawarkan perspektif berbeda mengenai makna kekuatan. Baginya, kekuatan bukan sekadar keberanian untuk tampil menonjol, melainkan kemampuan untuk tetap lembut, memaafkan, memberi manfaat, dan menjaga harapan dalam situasi sulit.
“Bagi saya, harapan bukan berarti menutup mata terhadap luka atau kekacauan. Harapan adalah keberanian untuk tetap percaya bahwa kebaikan akan menemukan jalannya,” jelasnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita