Warga Negara Asing Antusias Ikuti Lomba Tujuh Belasan dalam Program Pertukaran Budaya

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 21:30 WIB
ASYIK: Suasana saat warga negara asing mengikuti lomba permainan tradisional dalam program Javanese Culture Festival Senin (17/8). (DOKUMENTASI FRIENDSHIP FORCE INDONESIA)
ASYIK: Suasana saat warga negara asing mengikuti lomba permainan tradisional dalam program Javanese Culture Festival Senin (17/8). (DOKUMENTASI FRIENDSHIP FORCE INDONESIA)

JOGJA - Sebanyak 33 warga negara asing (WNA) dari Amerika Serikat, Jepang, Kanada, hingga Inggris mengikuti berbagai perlombaan tradisional Indonesia Senin (17/8). Mereka larut dalam lomba khas 17 Agustus dalam rangkaian Javanese Culture Festival. Mulai dari berebut kelereng, beradu cepat dalam estafet sarung, hingga memainkan bola tampah. 

Ketua panitia lomba Nurfifi Arliani mengatakan, kegiatan diinisiasi Friendship Force Indonesia. Sekaligus menjadi sarana mempererat persahabatan dan mengenalkan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

Baca Juga: Pieter Huistra Optimistis PSS Sleman Tatap Kompetisi Musim 2026/2027

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap permainan meski sebagian di antaranya baru pertama kali mencoba permainan tradisional tersebut. “Kami ingin membawa semangat kemerdekaan ini melalui pengenalan permainan tradisional dan seni budaya Jawa kepada seluruh tamu,” ujar Nurfifi dalam keterangannya Senin (17/8).

Tak hanya lomba, peserta Javanese Culture Festival juga diajak mengenal berbagai budaya dan keterampilan tradisional Indonesia. Mereka mengikuti kegiatan membatik, membuat kain ecoprint dan jumputan, hingga mengolah makanan tradisional secara berkelompok.

Nurfifi berharap, kegiatan tersebut dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, semakin banyak wisatawan asing yang datang akan berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan pendapatan daerah.

Baca Juga: Kejar Pendapatan Asli Daerah, Sleman Kaji Peningkatan Biaya Sewa Rusunawa

Lebih dari itu, kegiatan tersebut membawa misi memperluas persahabatan antarnegara. Menurut Nurfifi, pertukaran budaya penting dilakukan untuk memperkuat hubungan masyarakat di tengah situasi global yang masih diwarnai ketegangan. “Harapannya kami akan ada pandangan yang lebih soft, sehingga bisa meredakan ketegangan,” ungkapnya.

Salah satu peserta asal Amerika Serikat Adam Koons mengaku menikmati berbagai perlombaan khas Indonesia. Meski timnya tidak keluar sebagai pemenang, dia tetap antusias mengikuti permainan yang menurutnya menyenangkan. “Saya sangat enjoy. Sangat bagus permainannya,” lontar Adam. (inu/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
warga negara asing (WNA) lomba tradisional Javanese Culture Festival Friendship Force Indonesia 17 agustus