JOGJA - Pemkot Jogja menargetkan perbaikan 200 rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang 2026 melalui gotong royong tanpa menggunakan APBD. Tiga rumah warga di Kelurahan Brontokusuman menjadi RTLH ke-69, ke-70, dan ke-71 yang diperbaiki.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, perbaikan RTLH tidak sekadar membuat rumah menjadi lebih nyaman dan aman untuk ditempati. Kondisi rumah yang layak juga berkaitan erat dengan kesehatan penghuni, terutama melalui ketersediaan sanitasi dan akses air bersih.
“Rumah layak huni itu penting bukan hanya supaya bisa tinggal dengan nyaman dan aman, tetapi juga untuk kesehatan. Karena itu, sanitasi dan sumber air bersih juga harus diperhatikan,” katanya.
Hasto menambahkan, akses terhadap air perpipaan menjadi salah satu perhatian dalam perbaikan rumah warga di kawasan perkotaan. Secara pribadi, ia berencana membantu pemasangan layanan PDAM sekaligus membiayai biaya langganan selama satu tahun bagi penerima manfaat.
Baca Juga: Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia
“Saya bantu juga secara pribadi untuk pemasangan PDAM dan biaya langganan selama setahun. Akses air perpipaan ini penting karena sumur di perkotaan kualitas airnya kurang bagus dan ada risiko tercemar bakteri E. coli,” ujarnya.
Perbaikan tersebut mendapat dukungan dana dari Baznas Kota Jogja masing-masing sebesar Rp 20 juta untuk setiap rumah. Pelaksanaannya juga melibatkan OPD pendamping, yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sekretariat DPRD Kota Jogja (Setwan), serta swadaya masyarakat.
Salah satu penerima manfaat Hardinah mengaku bersyukur atas bantuan perbaikan rumahnya. Ia tinggal bersama anak, menantu, dan tiga cucunya.
Baca Juga: Resmi Ditutup! Jogja Fashion Week 2026 Catat Kunjungan 15.000 Orang
Kondisi rumah dia sebelumnya sudah membutuhkan perbaikan, terutama bagian atap berbahan kayu yang mulai lapuk akibat dimakan rayap. Kondisi tersebut membuat rumah kurang aman dan nyaman bagi keluarga yang tinggal di dalamnya.
“Terima kasih atas bantuannya. Semoga rumah ini bisa menjadi lebih layak dan lebih sehat untuk keluarga,” ungkapnya.
Perbaikan tiga rumah tersebut menunjukkan bahwa penanganan RTLH dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak. Pemkot Jogja berharap pola gotong royong tersebut terus berkembang sehingga target 200 rumah layak huni pada 2026 dapat tercapai dan semakin banyak warga memperoleh tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman. (**/wia)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : jogjakota.go.id, Radar Jogja