Tiga Hari Jelang HUT ke-81 RI, Para Pemuda di Jogja Suarakan Kritik ke Pemerintah

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB
RAMAI: Aliansi Pembebasan Rakyat saat melakukan aksi di depan Museum TNI AD kawasan Perempatan Gramedia, Gondomanan, Kota Jogja pada Jumat (14/8/026) siang. Rizky Wahyu/Radar Jogja
RAMAI: Aliansi Pembebasan Rakyat saat melakukan aksi di depan Museum TNI AD kawasan Perempatan Gramedia, Gondomanan, Kota Jogja pada Jumat (14/8/026) siang. Rizky Wahyu/Radar Jogja

JOGJA - Tiga hari menjelang peringatan HUT ke-81Kemerdekaan RI, kalangan anak muda di Jogja yang tergabung dalam Aliansi Pembebasan Rakyat melayangkan gelombang kritik ke pemerintah di depan Museum TNI AD kawasan Perempatan Gramedia, Gondomanan, Kota Jogja pada Jumat (14/8/2026) siang.

Para pemuda itu turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan atas kondisi politik, ekonomi, dan ketidakpastian masa depan yang dirasakan kaum muda saat ini.

Orator aksi Aliansi Pembebasan Rakyat Muhammad Fauzan Yazid Ramadhan menjelaskan, aksi ini dilakukan karena menilai para pemimpin yang diibaratkannya sebagai ayah dan ibu bangsa justru kerap memberikan teladan yang buruk, serta menebar janji manis yang tak kunjung terealisasi.

Baca Juga: Peringati HUT RI, 68 Karya Fotografi Bertajuk Kemerdekaan Dipamerkan di Titik Nol Kilometer

"Jujur, kami merasa ayah dan ibu bangsa malah mencontohkan hal yang salah. Kami hadir di sini atas kesadaran pikiran yang sama untuk memberi nasihat kepada mereka," ucapnya di sela-sela aksi. 

Bukan tanpa alasan Fauzan mengatakan hal tersebut. Sebab pemuda berusia 19 tahun ini menyoroti kondisi kemerdekaan Indonesia yang dirasa semu bagi generasi Z (Gen Z). 

Menurutnya, perayaan seremonial kemerdekaan setiap tahun tidak sebanding dengan kenyataan hidup yang kian mencekik, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Ketua DPRD Purworejo Minta Tak Ada Badai PHK PPPK Seiring Penyesuaian DanaTransfer Pusat ke Daerah

"Kami Gen Z memang meriahkan kemerdekaan, tapi jujur tidak merasakan kemerdekaan itu. Dolar naik, cari kerja makin sulit, dan kami makin bingung dengan arah masa depan," lontarnya. 

Tak hanya itu, bagi Fauzan, cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia belum benar-benar menyentuh akar rumput. Maka dari itu Aliansi Pembebasan Rakyat berupaya menjadi wadah bagi para pemuda agar tidak tinggal diam melihat situasi negara tersebut. 

Fauzan pun juga berharap gerakan ini bisa meluas dan memantik keberanian generasi muda lainnya untuk aktif menyampaikan gagasan kritis. Mengingat negara saat ini sedang tidak baik-baik saja.

"Generasi muda adalah tonggak pemuda yang kelak jadi ayah dan ibu bangsa berikutnya. Kami berharap anak-anak bangsa tidak diam dan mau bersuara atas apa yang terjadi di kehidupannya," tandasnya. (ayu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
suarakan kritik aliasnsi pembebasan rakyat anak muda pemerintah hut ri