Peringati HUT RI, 68 Karya Fotografi Bertajuk Kemerdekaan Dipamerkan di Titik Nol Kilometer

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:13 WIB
MENIKMATI KARYA: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat meninjau pameran fotografi terbuka di Titik Nol Kilometer, Jumat (15/8/1016).  Rizky Wahyu/Radar Jogja 
MENIKMATI KARYA: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat meninjau pameran fotografi terbuka di Titik Nol Kilometer, Jumat (15/8/1016).  Rizky Wahyu/Radar Jogja 

JOGJA - Menjelang peringatan HUT ke-81 RI, kawasan Titik Nol Kilometer Jogja disulap menjadi galeri terbuka. Sebanyak 68 karya fotografi bertemakan kemerdekaan dari ANTARA resmi dipamerkan untuk publik mulai Jumat (14/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026) mendatang.

Pameran foto bertajuk Merdeka ini menyajikan visualisasi unik perayaan kemerdekaan dari berbagai penjuru Nusantara. Mulai dari ragam aksi grassroot warga di pelosok negeri, seperti pengibaran Bendera Merah Putih di dalam laut hingga dinamika kemeriahan warga di atas jembatan, turut terekam secara otentik.

Direktur Utama ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan, pameran foto outdoor ini diselenggarakan atas amanah presiden, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta ANTARA untuk membawa kemeriahan HUT RI langsung ke tengah masyarakat. Pemilihan foto dianggap sebagai media yang efektif dan mudah dicerna oleh publik luas.

Baca Juga: Ketua DPRD Purworejo Minta Tak Ada Badai PHK PPPK Seiring Penyesuaian DanaTransfer Pusat ke Daerah

"Kami memilih bentuk pameran foto karena foto itu lebih gampang dilihat, dicerna, dan diingat. Perayaan kemerdekaan tidak hanya hadir di gedung-gedung pemerintahan atau istana, tetapi tumbuh kuat di tingkat grassroot.

Segala bentuk ekspresi dan ide unik bermunculan sebagai wujud kecintaan masyarakat terhadap Merah Putih," ujar Benny saat ditemui di lokasi pameran, Jumat (14/8/2026).

Benny menjelaskan, Kota Jogja dan kawasan ikonik Titik Nol Kilometer dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena di samping memiliki sejarah panjang dalam mempertahankan kedaulatan negara, Jogja dinilai sebagai benteng perjuangan yang penuh dengan nilai kerelaan dan pengorbanan.

Baca Juga: Hampir Rampung, Progres JJLS Kelok 18 Capai 99 Persen: Dilengkapi Dua Rest Area dan Pos Polisi

Tak hanya itu, bagi Beny Jogja ini bukan sekadar kota dengan kekayaannya, melainkan kerelaannya mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan dan kegigihan itu yang patut diwariskan kepada generasi muda. 

"Generasi sekarang mungkin melihat Jogja sebagai tempat hang out atau berkumpul, tetapi lewat pameran di gedung-gedung bersejarah ini, kita lengkapi makna kemerdekaan dan kebersamaan itu secara utuh," tegasnya. 

Adapun sebanyak 68 foto yang dipajang merupakan hasil kurasi karya pewarta foto ANTARA dari seluruh Indonesia. Keragaman latar belakang foto tersebut sengaja dihadirkan di Jogja yang dinilai sebagai pusat kebudayaan nasional.

Baca Juga: PSS Sleman Telah Menemukan Filosofi Permainannya

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran pameran ruang terbuka tersebut.

Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan sangat otentik dan menyajikan momen-momen langka perayaan kemerdekaan yang jarang tertangkap kamera masyarakat umum.

"Pameran ini sangat unik dan otentik. Menampilkan peristiwa langka di Nusantara, seperti momen pengibaran bendera di tempat tak biasa hingga lomba tarik batang pinang. Yang paling menarik, pameran ini tidak butuh ruang tertutup atau gedung khusus," cetusnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda Soroti Tantangan Alih Fungsi Lahan dalam Swasembada Pangan

Hasto menilai penggunaan ruang publik seperti Titik Nol Kilometer sangat efektif sebagai destinasi wisata edukatif dan hiburan bagi para wisatawan maupun warga lokal yang melintas.

"Masyarakat bisa langsung menikmati karya seni sambil berkreasi dan berekreasi tanpa batas gedung. Ini jadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata Jogja. Ke depan, ini bisa dikolaborasikan lebih luas lagi dengan melibatkan akademisi, seniman, hingga mahasiswa seni di Jogja," tandasnya. (ayu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Titik Nol Kilometer grassroot hut ri pameran fotografi kemerdekaan