Tiga Hari Jelang HUT RI ke-81, Pemuda Jogja Turun ke Jalan Kritik Kondisi Bangsa

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:53 WIB
Aliansi Pembebasan Rakyat saat melakukan aksi di depan Museum TNI AD kawasan Perempatan Gramedia, Gondomanan, Kota Jogja, Jumat (14/8) siang - Rizky Wahyu/Radar Jogja
Aliansi Pembebasan Rakyat saat melakukan aksi di depan Museum TNI AD kawasan Perempatan Gramedia, Gondomanan, Kota Jogja, Jumat (14/8) siang - Rizky Wahyu/Radar Jogja

JOGJA – Tiga hari menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, sejumlah pemuda di Kota Jogja menyampaikan kritik terhadap kondisi bangsa. Mereka tergabung dalam Aliansi Pembebasan Rakyat dan menggelar aksi di depan Museum TNI AD, kawasan Perempatan Gramedia, Gondomanan, Jumat (14/8) siang.

Aksi tersebut menjadi ruang bagi para pemuda untuk menyuarakan keresahan mengenai kondisi politik, ekonomi, hingga ketidakpastian masa depan yang mereka rasakan.

Orator Aliansi Pembebasan Rakyat, Muhammad Fauzan Yazid Ramadhan, mengatakan aksi dilakukan karena para pemuda menilai masih banyak persoalan bangsa yang belum terselesaikan.

Ia mengibaratkan para pemimpin sebagai ayah dan ibu bangsa. Namun, menurutnya, sejumlah kebijakan dan sikap pemimpin justru belum mampu menjadi teladan bagi generasi muda.

“Jujur, kami merasa ayah dan ibu bangsa malah mencontohkan hal yang salah. Kami hadir di sini atas kesadaran pikiran yang sama untuk memberi nasihat kepada mereka,” ujar Fauzan di sela aksi.

Baca Juga: Chelsea Jual Mahal, Enzo Fernandez Dibanderol £120 Juta Jelang Deadline Transfer

Pemuda berusia 19 tahun tersebut menilai kemerdekaan yang dirayakan setiap tahun masih terasa sebatas seremoni bagi sebagian generasi Z.

Menurut Fauzan, kemeriahan peringatan HUT RI belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi yang dihadapi anak muda dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kondisi nilai tukar rupiah hingga sulitnya mendapatkan pekerjaan. Situasi tersebut dinilai membuat sebagian generasi muda semakin khawatir terhadap masa depan.

“Kami Gen Z memang meriahkan kemerdekaan, tapi jujur tidak merasakan kemerdekaan itu. Dolar naik, cari kerja makin sulit, dan kami makin bingung dengan arah masa depan,” ungkapnya.

Menurut dia, cita-cita kemerdekaan untuk menciptakan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia juga dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

Karena itu, Aliansi Pembebasan Rakyat berupaya menjadi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus gagasan terhadap berbagai persoalan yang terjadi.

Fauzan berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada satu aksi. Ia ingin lebih banyak generasi muda berani menyampaikan pandangan kritis mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Menurutnya, generasi muda merupakan calon pemimpin yang kelak memiliki tanggung jawab terhadap arah bangsa.

Baca Juga: Darwin Nunez Dikaitkan dengan Trabzonspor, Reuni dengan Mohamed Salah di Turki Super League?

“Generasi muda adalah tonggak pemuda yang kelak jadi ayah dan ibu bangsa berikutnya. Kami berharap anak-anak bangsa tidak diam dan mau bersuara atas apa yang terjadi di kehidupannya,” tandasnya.

Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk refleksi menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Di tengah berbagai perayaan kemerdekaan, para pemuda tersebut ingin mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan juga perlu diwujudkan melalui kesejahteraan, kesempatan kerja, serta masa depan yang lebih pasti bagi generasi muda.

 



Editor : Bahana.
HUT RI ke-81 Aliansi Pembebasan Rakyat Pemuda Jogja Aksi Jogja Gen Z