Pesisir Selatan DIY Diterjang Gelombang Tinggi, Puluhan Kapal dan Rumah Rusak: Ini Penjelasan BPBD!

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Rumah yang rusak terdampak gelombang tinggi  Rabu (12/8/2026): Cintia Yuliani/Radar Jogja
Rumah yang rusak terdampak gelombang tinggi Rabu (12/8/2026): Cintia Yuliani/Radar Jogja

JOGJA - Gelombang tinggi telah menerjang kawasan pesisir selatan DIY Selasa (11/8/2026) pagi. Peningkatan aktivitas air laut yang terjadi sejak pukul 05.00 WIB tersebut mengakibatkan puluhan kapal nelayan rusak, fasilitas umum hancur, hingga bangunan rumah warga ambruk di sepanjang pantai Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY, gelombang laut setinggi dua hingga tiga meter menghantam kawasan pesisir selatan. Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Luapan air laut di sepanjang garis pantai seperti Pantai Baron, Gesing, hingga Panggang mengakibatkan 8 kapal nelayan rusak berat, 12 kapal rusak ringan, dan 2 kapal tenggelam di area dermaga.

Baca Juga: Antisipasi Penurunan Air Permukaan, Hotel dan Restoran di Kabupaten Sleman Diminta Gunakan PDAM

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material nelayan cukup signifikan," ucap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata, Rabu (12/8/2026).

Di Kabupaten Bantul, lanjut Ruruh, hantaman gelombang tinggi merobohkan dua rumah warga dan merusak satu perahu KNMP akibat benturan. Kerugian di wilayah ini diperkirakan mencapai Rp 11 juta.

Sementara di kawasan pesisir Kulon Progo, tepatnya Pantai Trisik dan Glagah, sapuan air laut merusak 6 lapak pedagang, 3 warung, serta 2 fasilitas kamar mandi umum.

 Baca Juga: Awas, Pelaku Kekerasan Seksual di Kereta Api Diancam Blacklist 20 Tahun: Begini Penjelasan PT KAI

Di sisi lain, Ruruh juga mengungkapkan jika saat ini di DIY sendiri juga tengah berjuang menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kekeringan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY bersama pemerintah kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat.

Sebagai langkah penanganan, distribusi air bersih terus digelontorkan ke wilayah-wilayah terdampak pasokan air bersih minimal, seperti Gunungkidul yang mendapatkan 1.288.000 liter (meliputi Panggang, Rongkop, Tepus, Ngawen, Saptosari, dan Wonosari). Lalu Kabupaten Bantul dapat 767.000 liter (meliputi Dlingo, Imogiri, Kasihan, Pajangan, Piyungan, Pundong, dan Sedayu)

Kulon Progo dapat 215.000 liter (meliputi Girimulyo, Kokap, Panjatan, dan Samigaluh), dan Kabupaten Sleman mendapatkan 65.000 liter untuk 4.083 jiwa (meliputi Moyudan dan Turi).

Baca Juga: Chelsea Rekrut Pep Chavarria dari Rayo Vallecano, Xabi Alonso Tambah Opsi Bek Sayap

Maka dari itu, saat ini Stasiun Meteorologi BMKG Jogja telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan masih akan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter di perairan selatan DIY pada Rabu (12/8/2026) Kecepatan angin di kawasan perairan juga diprediksi mencapai 35 km/jam.

Ruruh pun mengimbau masyarakat dan wisatawan di pesisir selatan agar meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan sementara aktivitas di bibir pantai. 

"Selain itu, warga juga kami ingatkan untuk bijak menggunakan air bersih serta tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan guna meminimalkan risiko kebakaran selama musim kemarau," tandasnya. (ayu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
kapal rusak DIY BPBD DIY gelombang tinggi pesisir selatan