RADAR JOGJA – Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY) mengajak puluhan pelajar menyaksikan film "MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula" di Bioskop CGV J-Walk Yogyakarta, Selasa (11/8/2026) siang.
Kegiatan ini merupakan upaya BNNP DIY mengedukasi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui media audiovisual yang dekat dengan generasi muda.
Para pelajar yang hadir berasal dari SMA Negeri 2 Yogyakarta, SMA Negeri 4 Yogyakarta, SMA Negeri 10 Yogyakarta, SMK Negeri 5 Yogyakarta, SMK Negeri 2 Depok, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, MAN 1 Yogyakarta, dan MAN 3 Bantul.
Baca Juga: Luis Enrique Tegaskan Ambisi PSG: Tak Berubah, Tetap Memburu Trofi
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Faried Zulkarnain, S.I.K., beserta jajaran.
Hadir pula perwakilan pemangku kepentingan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY, DP3AP2 DIY, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, serta Humas Pemerintah Daerah DIY.
Film "MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula" merupakan film petualangan aksi anak berdurasi 1 jam 38 menit yang tayang di bioskop mulai 6 Agustus 2026.
Film produksi Panen Entertainment ini mengangkat pesan bahaya narkotika yang disamarkan dalam bentuk makanan, termasuk permen.
Produksi film ini juga didukung oleh sejumlah instansi, salah satunya BNN.
Baca Juga: Barcelona Tolak Mentah-mentah Tawaran PSG untuk Ferran Torres Senilai Rp 820 Milyar
Disutradarai Franklin Darmadi dan diproduseri Silvia Yunita, film ini menyasar anak-anak dan pelajar sebagai penonton utama.
Pesan bahaya narkotika dikemas dalam alur petualangan seru agar mudah diterima generasi muda.
Cerita berpusat pada empat sahabat pramuka, Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas didampingi guru mereka, Pak Wira.
Mereka menyurvei lokasi kegiatan jambore.
Situasi berubah saat Bagas tiba-tiba menghilang secara misterius di area perkemahan setelah menunjukkan perilaku yang tidak biasa.
Petunjuk hilangnya Bagas bermula dari potongan kembang gula kesukaannya yang ternyata mengandung zat narkotika.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Resmi Jadi Suami Georgina Rodriguez Setelah 9 Tahun Bersama
Melalui cerita ini, penonton diajak menyadari bahwa narkotika dapat menyusup lewat cara yang tak terduga, sekaligus menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap makanan atau benda pemberian orang lain.
Rangkaian kegiatan nonton bareng (nobar) ini dimulai sekitar pukul 12.20 WIB dengan sesi foto bersama, dilanjutkan penayangan film di dalam studio secara tertib.
Pemutaran film berakhir pukul 14.46 WIB dan disambut tepuk tangan meriah para penonton.
Acara ditutup dengan pernyataan penutup dari Kepala BNNP DIY, ucapan terima kasih dari produser Panen Entertainment, serta sesi dokumentasi.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Resmi Jadi Suami Georgina Rodriguez Setelah 9 Tahun Bersama
Film sebagai Media Edukasi
Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Faried Zulkarnain menyatakan bahwa edukasi bahaya narkotika tidak harus selalu disampaikan melalui sosialisasi formal.
Film dinilai menjadi media yang lebih menarik dan mampu memberi visualisasi nyata mengenai dampak penyalahgunaan narkotika.
“Edukasi tidak harus melalui sosialisasi formal. Lewat visualisasi seperti ini, pelajar bisa lebih mudah menangkap dampak dan jenis-jenis narkotika yang berkembang saat ini,” ujar Faried saat diwawancarai.
Faried menjelaskan, BNNP DIY memfasilitasi para pelajar menonton secara gratis agar mereka memahami bahaya narkotika dan tergerak menjadi agen pencegahan di lingkungan sekolah.
“Anak-anak ini diharapkan dapat menjadi duta pencegahan di sekolah untuk meneruskan pesan moral dari film ini,” tuturnya.
Baca Juga: Lisandro Martinez Kembali, Skuad Manchester United Makin Lengkap Jelang Hadapi Leeds
Menurut Faried, film tersebut sangat relevan dengan realitas generasi muda yang rentan terpengaruh lingkungan sebaya, terlebih modus peredaran narkotika kian beragam.
“Modus penyebaran narkotika di Indonesia saat ini makin banyak, salah satunya lewat permen. Ada pula yang sedang kami antisipasi, yakni melalui cairan rokok elektrik vape,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pelajar harus memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk bujukan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.
Pesan Moral
Usai menyaksikan film, Faried menyampaikan sejumlah pesan moral yang penting dipahami bagi para pelajar.
Pertama, tidak menyerah pada keadaan.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dijadikan motivasi untuk terus berkembang.
Kedua, masa depan ditentukan oleh pilihan yang dibuat hari ini.
Ketiga, generasi muda harus berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang salah, termasuk ketika mendapatkan tawaran atau ajakan untuk menggunakan narkotika.
Baca Juga: Kelompok Suporter Liverpool, SoS Meminta Kejelasan Terkait Konsorsium yang Dikaitkan dengan Bezos
Pesan berikutnya adalah pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam tumbuh kembang anak.
Selain itu, kesalahan bukanlah akhir dari segalanya selama seseorang memiliki kemauan untuk memperbaiki diri.
“Yang terakhir, generasi muda harus punya cita-cita dan keberanian untuk maju,” tutur Faried.
Ia berharap pesan tersebut tidak berhenti setelah film selesai ditonton. Para pelajar juga diminta membagikan nilai-nilai positif yang didapat kepada teman-temannya.
Pelajar Jadi Lebih Waspada
Salah satu pelajar, Syifa dari MAN 1 Yogyakarta, mengaku hal yang paling berkesan dari film tersebut adalah kuatnya hubungan persahabatan antar-tokoh.
“Rasa persahabatannya sangat kuat dan inspiratif,” ujar Syifa.
Sementara itu, Paras mengaku memperoleh wawasan baru mengenai bahaya narkotika.
Baca Juga: Julian Alvarez Mulai Desak Atletico, Ingin Buka Jalan ke Barcelona
Ia menyadari bahwa penyalahgunaan narkotika dapat bermula dari sesuatu yang terlihat sederhana.
“Ternyata sangat berbahaya dan bisa berawal dari hal sepele yang tidak kita perhatikan sebelumnya. Dari permen yang dijual bebas bisa saja mengandung narkotika,” katanya.
Setelah menyaksikan film tersebut, Syifa mengaku akan lebih berhati-hati terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Ia juga berencana menyampaikan edukasi mengenai bahaya narkotika kepada teman-temannya.
“Saya pribadi akan jauh lebih waspada. Setelah itu, saya ingin membagikan edukasi ini kepada teman-teman,” ujarnya.
Baca Juga: Real Madrid Batalkan Rencana Pinjamkan Endrick, Jose Mourinho Ingin Sang Striker Bertahan
Baik Paras maupun Syifa memberikan apresiasi tinggi terhadap film "MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula" dengan nilai 10/10.
Kegiatan nobar ini merupakan bagian dari implementasi program “Ananda Bersinar” guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
BNNP DIY berharap pendekatan kreatif melalui sinema dapat membangun kesadaran pelajar agar lebih berani mengambil keputusan dan memilih masa depan tanpa narkotika.
Editor : Meitika Candra Lantiva