Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto Serahkan Bantuan Alat Penanggulangan Bencana

Kusno S Utomo • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 07:07 WIB
PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT: Ketua Komisi A DPRD Eko Suwanto disaksikan Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata (dua dari kiri) menyerahkan bantuan alat penanggulangan bencana kepada tujuh kelurahan Kaltana dan FPRB di Kota Yogyakarta. Kusno S Utomo/Radar Jogja
PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT: Ketua Komisi A DPRD Eko Suwanto disaksikan Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata (dua dari kiri) menyerahkan bantuan alat penanggulangan bencana kepada tujuh kelurahan Kaltana dan FPRB di Kota Yogyakarta. Kusno S Utomo/Radar Jogja

 

JOGJA - Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto secara khusus mendorong  Pemda DIY mengambil langkah konkret dan responsif mengantisipasi dampak bencana kekeringan. Potensi ancaman ini memerlukan kewaspadaan tinggi dan kolaborasi lintas sektor agar masyarakat terlindungi dari dampak buruk kekeringan. “Terutama terhadap sektor pangan, ketersediaan air, dan kesehatan," kata Eko Minggu (9/8). 

Berdasarkan informasi dari Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, situasi iklim dan ancaman hidrometeorologi saat ini perlu mendapatkan perhatian serius. Kondisi musim kemarau telah memasuki dasarian ketiga. Berpotensi fenomena El Nino. Diprediksi mencapai puncaknya hingga kategori sangat kuat. "Belajar dari catatan historis kekeringan skala nasional pada 2015, 2019, dan 2023, koordinasi antisipasi sejak dini menjadi krusial," pintanya.

Baca Juga: Badan Pendidikan dan Pelatihan DIY Gelar Bimbingan Teknis bagi Anggota DPRD Kota Yogyakarta.

Fenomena puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus ini dapat berlangsung hingga 21 dasarian. Atau berkisar antara akhir Oktober hingga awal November 2026. Ancaman kekeringan secara hidrologis ini menuntut langkah mitigasi cepat di berbagai sektor prioritas. Di sektor pangan, pemerintah dan petani diimbau segera melakukan penyesuaian jadwal tanam. Memilih varietas tanaman yang tahan kering.  Di sisi lain, pengelolaan sumber daya air (SDA) harus difokuskan pada revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan irigasi.

Menanggapi tantangan, Eko menekankan pentingnya perencanaan anggaran penanggulangan bencana yang memadai dari Pemda DIY. Sektor kebencanaan harus mendapatkan atensi dan alokasi anggaran yang proporsional agar memiliki fleksibilitas maupun kesiapan fiskal  merespons dinamika lapangan secara cepat.

Masih berkaitan dengan itu dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Eko terus berupaya memperjuangan secara nyata bantuan peralatan mitigasi bencana. Itu bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Khususnya warga Kota Yogyakarta agar tangguh hadapi bencana.

Baca Juga: MoU dengan UGM Rampung, Komisi D DPRD DIY Dorong DED Revitalisasi Stadion Mandala Krida Jogja Dianggarkan 2027

Ketua Komisi A merealisasikan itu dengan menyerahkan bantuan alat penanggulangan bencana kepada tujuh kelurahan di Kota Yogyakarta. Dikatakan, kesiapsiagaan masyarakat menghadapi situasi dampak bencana penting selalu dikerjakan. Dalam kesempatan itu Eko juga mengucapkan terima kasih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY yang telah memfasilitasi alat penanggulangan bencana.

“Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik," kata Eko saat penyerahan bantuan pada Sabtu (8/8).  

Bantuan alat berupa hibah itu diterima Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Demangan dan Kaltana Kotabaru yang masuk Kemantren Gondokusuman, Kaltana Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Semaki, Kemantren Umbulharjo, Kaltana Gunungketur, Kemantren Pakualaman, Kaltana Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, dan FPRB Panembahan, Kemantren Kraton.

Eko menyebut ada 13 jenis peralatan penanggulangan bencana yang diberikan. Meliputi genset, tenda, angkong, kabel listrik, sarung tangan, jas hujan, helm safety, sepatu boot, parang, linggis, chainsaw, sekop dan lampu tembak.  Bantuan ini merupakan kelanjutan dari hibah peralatan serupa yang telah diberikan kepada kaltana maupun FPRB pada tahun-tahun sebelumnya. “Semoga bermanfaat dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana,"  harap anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini.

Baca Juga: Terperosok ke Tebing Saat Cari Rumput di Bukit Klangon, Warga Glagaharjo Meninggal Dunia 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyampaikan, penyaluran alat bertujuan menunjang operasional para relawan di tingkat tapak. Baik saat melakukan tindakan mitigasi maupun penanganan darurat kebencanaan. Menurut Ruruh, garda terdepan penanggulangan bencana adalah relawan. Pemerintah daerah memberikan dukungan.

“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan untuk bersama-sama mendorong dan memberikan apresiasi masyarakat agar selalu dalam suasana kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana," ujar Ruruh. Pengadaan fasilitas pendukung penanggulangan bencana ini tak lepas dari dukungan dan kemitraan solid  dengan DPRD DIY. (kus)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto Bencana Eko Suwanto BPBD DIY BMKG