JOGJA - Sebanyak 39 anggota DPRD Kota Yogyakarta mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) DIY. Bimtek menjadi bagian dari kegiatan pendalaman tugas bagi pimpinan dan anggota dewan yang dimaksudkan untuk memperkuat wawasan, kapasitas, serta pemahaman wakil rakyat dalam menjalankan tugas dan fungsi unsur Legislatif sebagai mitra Pemerintahan Daerah.
“Pendalaman tugas itu merupakan agenda meningkatkan kapasitas anggota DPRD. Harapannya bapak dan ibu anggota dewan semakin paham betul terhadap fungsi dan peran yang harus diemban selaku legislatif," ucap Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan dan Kerja Sama Bandiklat DIY Riana Setyawati saat pembukaan bimtek di Hotel Loman Park Hotel Jogja pada Kamis (6/8) malam. Bimtek dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (8/8).
Baca Juga: Puluhan Siswa SMPN 3 Candimulyo Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Puskesmas hingga RSUD Merah Putih
Pelaksanaan bimtek mengacu Permendagri Nomor 6 Tahun 2024 yang mengatur tentang orientasi dan pendalaman tugas bagi anggota DPRD provinsi, kabupaten, dan kota guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap dalam menjalankan fungsi legislatif.
Narasumber yang dihadirkan dari Kementerian Dalam Negeri RI, akademisi dari UGM, dan sejumlah pakar lainnya.
Materinya yang dibahas terkait politik anggaran daerah dalam mendukung kebijakan pemberdayaan ekonomi, analisis isu daerah dan formulasi kebijakan, serta penguatan manajemen komunikasi & public spekaking.
Selain materi utama juga ditambahkan muatan lokal mengenai sejarah Keistimewaan DIY. Iu dilakukan dalam rangka memperkuat pemahaman anggota DPRD mengenai konteks daerah dalam menjalankan tugasnya.
"Kami maksudkan untuk menggiatkan kembali para anggota DPRD Kota Yogyakarta agar tergugah untuk menempatkan kembali spirit Keistimewaan DIY dalam kerangka NKRI," imbuh Riana.
Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Wisnu Sabdono Putro menyambut baik pelaksanaan bimtek tersebut.
Baca Juga: Perkuat Silaturahmi dan Beri Solusi Finansial, Gelar Hajatan FIFGROUP Cabang Sleman II
Kegiatan pendalaman tugas ini menjadi ruang bagi anggota parlemen menambah wawasan dan memperkuat kompetensi dalam menjalankan kewenangan sebagai anggota legislatif.
Wisnu menilai, materi yang diberikan relevan dengan tugas dewan. Terutama dalam memahami politik anggaran daerah untuk mendukung kebijakan pemberdayaan ekonomi.
"Khususnya pada kawan-kawan yang baru terpilih periode pertama agar tetap mengikuti bimtek ini agar sekali lagi orang lain jangan memandang rendah. Dengan begitu, bicara kompetensi kawan-kawan tetap memiliki kompetensi,” kata Wisnu.
Dia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik. Menjadikan Bimtek sebagai ruang memperkuat pemahaman dan menjaga marwah lembaga DPRD.
Akademisi Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM Erda Rindrasih mengulas isu aktual dan formulasi kebijakan. Peserta bimtek diajak memahami proses identifikasi dan penyusunan masalah sebagai bagian melahirkan kebijakan.
Baca Juga: Kejari Sleman Pastikan Proses Penyidikan Raudi Akmal Tetap Berlanjut
Menurut Erda, kemampuan membaca persoalan secara tepat menjadi salah satu keterampilan penting anggota parlemen. Sebab, berkaitan dengan penentuan prioritas dan pilihan kebijakan yang akan diambil. "Kita perlu memiliki kecerdasan membagi masalah menjadi berbagai macam area kontestasi, ," jelas Erda.
Dia mendorong agar proses formulasi kebijakan semakin memperhatikan nilai kemanfaatan bagi masyarakat. Pertimbangan biaya, manfaat, dampak sosial dan lingkungan penting dalam menentukan kebijakan yang tepat. Bicara prioritas itu ada kriterianya.
“Kriterianya diambil dari yang paling utama. public values. Nilai-nilai kepublikan. Harus dipikirkan masalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi rakyat,” ingatnya. (iza/kus)
Sumber : Radar Jogja