JOGJA - Maraknya kasus dugaan keracunan program MBG di DIY memicu perhatian serius berbagai pihak. Salah satunya, Yayasan Bijana Paksi Sitengsu yang menghadirkan inovasi digital untuk memperketat pengawasan dapur MBG dari hulu ke hilir.
Pelaksana Harian Yayasan Bijana Paksi Sitengsu Kartika Megawardhani mengatakan, inovasi itu berupa aplikasi sistem manajemen rantai pasok terintegrasi (Simetris).
Aplikasi ini dirancang untuk memantau seluruh proses operasional secara real-time. Mulai dari pelacakan bahan baku dari petani lokal, proses pengolahan di dapur, hingga tahap distribusi ke peserta didik.
"Aplikasi Simetris ini mengedepankan transparansi sekaligus upaya mengantisipasi kasus-kasus keracunan makanan. Kami siap bersinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pengelola dapur MBG di Jogja yang ingin menerapkannya," katanya, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Masih Terjadi Berulang di DIY, Disdikpora Fokus Penanganan Siswa dan Evaluasi
Dia menjelaskan, pembenahan sistem tata kelola dapur menjadi kunci utama agar insiden keracunan tidak kembali terulang. Sebab, sanksi administratif semata belum cukup menyelesaikan akar masalah jika pengawasan operasional tidak dibenahi secara fundamental.
Pengembangan aplikasi tersebut didasari semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial. Selain menjamin mutu pangan anak sekolah, sistem ini juga mengintegrasikan rantai pasok dengan petani lokal dan pelaku UMKM tanpa membebani biaya operasional pengelola di lapangan.
"Tujuannya adalah bagaimana program makan bergizi gratis ke depan akan lebih meningkat lagi dan lebih sempurna. Sehingga manfaat atau benefit dari program ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat, kelompok sasaran, petani, UMKM, dan sebagainya," tuturnya.
Baca Juga: Dishub DIY Bantah Tudingan Rakitan Becak Listrik 2023 Cacat Produksi, Begini Klaimnya..
Sementara itu, IT Development SIMETRIS Fajar Saptono menjelaskan, aplikasi ini dirancang khusus untuk memastikan adanya transparansi mutlak dari hulu ke hilir. Melalui sistem digital ini, setiap dapur MBG dapat memantau dan melacak asal-usul bahan baku pangan secara akurat.
Mulai dari petani atau produsen lokal, proses distribusi, hingga makanan tersebut siap disajikan.
"Pencatatan yang transparan ini dinilai menjadi kunci utama untuk menekan potensi kelalaian, menghindari bahan pangan yang tidak layak, serta mencegah risiko keracunan sejak dini," ujarnya.
Baca Juga: TPST Wukirsari Gunungkidul Tinggal Tunggu Nokes, Lelang Ditarget Oktober
Tak hanya itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur alat ukur tumbuh kembang gizi serta sistem pelacakan (tracking) stunting yang terintegrasi. Melalui modul ini, para pengelola dapur dan tenaga pendamping dapat memantau secara berkala progres antropometri anak-anak penerima manfaat, mulai dari berat badan, tinggi badan, hingga kurva pertumbuhan anak secara akurat.
Dengan adanya fitur tracking stunting yang terhubung langsung ke sistem pencatatan harian dapur MBG, efektivitas intervensi gizi dapat dievaluasi secara real-time.
"Langkah ini memastikan setiap porsi makanan yang dibagikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia," bebernya.
Baca Juga: Belasan Tahun Tak Tuntas, Tim GTRA Kulon Progo Turun Tangan Selesaikan Sengketa Perbatasan Jangkaran
Melalui Command Center Simetris, beberapa fitur utama yang dapat dipantau meliputi status pengiriman makanan ke sekolah, Progres batch menu dan persiapan harian, dashboard dampak jumlah siswa yang terlayani, dashboard pemantauan standar gizi porsi makanan, sistem alert otomatis untuk kendala gizi, keterlambatan, atau timer masak.
"Inovasi ini diharapkan memudahkan yayasan pengelola baik yang membawahi satu maupun banyak dapur untuk mengontrol operasional secara transparan, efektif, dan akura," tambahnya. (ayu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita