Dugaan Keracunan MBG Masih Terjadi Berulang di DIY, Disdikpora Fokus Penanganan Siswa dan Evaluasi

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:48 WIB
Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi. Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi. Fahmi Fahriza/Radar Jogja

JOGJA – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY terus melakukan koordinasi bersama pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi siswa menyusul dugaan keracunan setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di DIY.

Saat ini, pihaknya masih fokus penanganan dan evaluasi menyeluruh terkait program besutan Presiden Prabowo Subianto itu.

Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi mengatakan, telah menerima laporan adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Salah satunya di SMKN 1 Nanggulan, Kulon Progo. Penanganan terhadap siswa telah dilakukan secara cepat oleh sekolah bersama tenaga kesehatan setempat.

Baca Juga: Dishub DIY Bantah Tudingan Rakitan Becak Listrik 2023 Cacat Produksi, Begini Klaimnya..

"Penanganan kesehatan telah dilakukan secara cepat oleh sekolah dan tenaga kesehatan, serta sebagian besar siswa telah mendapatkan layanan medis," ujar Suci kepada Radar Jogja, Jumat (7/8/2026).

Dia menjelaskan, akan terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan, sekolah, dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi siswa maupun penanganan atas kejadian tersebut.

Namun demikian, belum ada kesimpulan mengenai penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa. Pihaknya masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan dari instansi yang berwenang.

"Kami mengedepankan fakta dan hasil resmi. Saat ini fokus kami memastikan seluruh siswa mendapat penanganan yang baik, untuk penyebab kejadian masih menunggu hasil investigasi dari instansi yang berwenang," tegasnya.

Baca Juga: TPST Wukirsari Gunungkidul Tinggal Tunggu Nokes, Lelang Ditarget Oktober

Di tengah munculnya sejumlah laporan dugaan keracunan MBG di DIY, Suci menyebut evaluasi menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. Evaluasi nantinya dilakukan dengan mengacu pada hasil pemeriksaan resmi dari instansi terkait.

Secara sikap, instansi ini juga mendukung langkah pemerintah dan penyelenggara program dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG.

"Fokus utama saat ini adalah pemulihan kesehatan siswa. Dan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tambahnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
SMKN 1 NANGGULAN penanganan siswa keracunan mbg evaluasi Disdikpora DIY