Bau Menyengat! Pabrik Kulit di Prawirodirjan Terancam Ditutup, DPRD Kota Sidak ke Lokasi

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:33 WIB
CEK LAPANGAN: Jajaran DPRD dan DLH Kota Jogja saat sidak pabrik pengolahan kulit PT Sinar Obor Prawirodirjan, Gondomanan, Kamis (6/8/2026). Rizky Wahyu/Radar Jogja
CEK LAPANGAN: Jajaran DPRD dan DLH Kota Jogja saat sidak pabrik pengolahan kulit PT Sinar Obor Prawirodirjan, Gondomanan, Kamis (6/8/2026). Rizky Wahyu/Radar Jogja

JOGJA - DPRD Kota Jogja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pabrik pengolahan kulit PT Sinar Obor di Prawirodirjan, Gondomanan, Kamis (6/8/2026).

Ini menyusul keluhan warga terkait bau menyengat dan asap yang diduga berasal dari limbah pabrik. DPRD bahkan merekomendasikan penutupan sementara jika gangguan tidak segera diatasi.

"Ini kalau warga setiap harinya begini ya kehabisan napas ini, bisa sesak," kata Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro, di sela sidak, Kamis (6/8/2026) pagi.

Baca Juga: Ditariki Iuran HUT RI Capai Rp 175 Ribu, PPPK dan Pegawai di Kebumen Sambat lewat Lapor Cepat

Wisnu menjelaskan, hasil sidak diketahui pabrik tersebut tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang baku untuk pengolahan limbah. Sebab selama ini pabrik tersebut hanya berpatokan pada keluhan warga.

"Maka kami tadi merekomendasikan untuk memperbaiki semua. Setelah ini mungkin kami dengan pihak pemkot dan para pemangku akan rapat dulu dengan warga," ujarnya.

Tak hanya itu, dewan kota tak menutup kemungkinan merekomendasikan penutupan operasional sementara. Dengan catatan, bau menyengat masih menggangu warga sekitar. Pun jika penutupan sementara tak diindahkan, terpaksa akan menutup total operasional pabrik.

"Karena ini sudah mengganggu warga sekitar. Mungkin bisa rekomendasi kami pindah di wilayah yang jauh dari penduduk," jelasnya. 

Baca Juga: Tiga Hari Pengawasan WNA, Timpora Sleman Temukan Sejumlah Kasus yang Harus Ditindaklanjuti

Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufik mengatakan, setelah dilakukan penelusuran menduga jika bau tersebut berasal dari aerator pengolahan limbah yang mati. Sehingga pemrosesannya tidak sempurna.

"Aerator mati, itu sehingga proses untuk pemrosesan IPAL menjadi tidak berjalan dengan lancar. Otomatis, dengan tidak berjalan sesuai dengan SOP, limbah yang ada menjadi bau," bebernya.

Selain aeratornya mati, Rajwan menyebut jika bau tersebut juga berasal dari adanya limbah yang masuk ke saluran air hujan. Kemudian ada kebocoran saluran, sehingga menimbulkan bau.

Baca Juga: Jasa Marga Targetkan Tol di DIY Kelar 2027, Gubernur HB X Minta Percepat Trase Maguwoharjo-Jombor

"Nanti akan kami terjunkan tim khusus yang berkaitan dengan ahli lingkungan, di mana di situ akan kita cek yang pertama terkait dengan pengolahan limbahnya seperti apa," tambahnya.

Sementara, Direktur PT Sinar Obor Amir mengatakan, setelah adanya sidak ini, akan segera melakukan perbaikan kerusakan aerator milik pabrik. "Kami perlu perbaikan kurang lebih satu minggu jadi terkendala perbaikan itu menimbulkan bau busuk," imbuhnya. (ayu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Pabrik Kulit DPRD Kota sidak bau menyengat Prawirodirjan