Dugaan Keracunan MBG di Kulon Progo, Siswa dan Guru SMPN 1 Nanggulan Juga Jadi Korban

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:50 WIB
PULIH: Siswa SMPN 1 Nanggulan kembali beraktivitas kembali setelah gejala keracunan muncul. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PULIH: Siswa SMPN 1 Nanggulan kembali beraktivitas kembali setelah gejala keracunan muncul. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Kasus dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kapanewon Nanggulan memasuki babak baru. Pasalnya, tak hanya siswa SMKN 1 Nanggulan yang merasakan gejala keracunan. Siswa dan guru SMPN 1 Nanggulan juga merasakan gejala serupa.


Kepala Sekolah SMPN 1 Nanggulan Sumarno menyampaikan, dugaan keracunan baru muncul saat puluhan anak didiknya tidak berangkat sekolah, Selasa (4/8) lalu. Absennya puluhan siswa terasa janggal, karena di hari biasa izin sakit tidak lebih dari 10 siswa. Namun, saat itu sekolah tak menaruh kecurigaan. "Yang izin sakit ada 19 siswa dan tiga guru," ucap Sumarno, Kamis (6/8).

Baca Juga: Tuntut Akses Wisata Utara, Pemkab Gunungkidul Dorong Pembangunan Tol Lanjut Hingga Nglanggeran


Sumarno menjelaskan, kecurigaan baru muncul setelah sekolah mengetahui alasan di balik izin sakit. Ternyata belasan siswa dan guru yang sakit mengeluhkan sakit perut, mual muntah, hingga diare. Kondisi ini membuat sekolah menaruh rasa curiga atas dugaan keracunan. Namun sekolah tak bisa menyimpulkan penyebab dari keracunan.


Dugaan keracunan juga diperkuat dengan salah satu siswa yang mengalami mual muntah. Siswa itu lantas dipulangkan lebih awal. Lan*taran mengalami muntah berulang kali. Setelah melakukan penelusuran ke beberapa siswa, gejala keracunan muncul pada Senin (3/8) malam.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Distribusi Air Bersih BPBD Gunungkidul Melonjak Jadi 216 Tangki


Pihak sekolah tak bisa memastikan penyebab keracunan meski siswa dan guru sama-sama mengonsumsi MBG. Kasus keracunan di sekolah baru kali pertama terjadi. Sebelum adanya MBG, siswa kebanyakan mengonsumsi jajanan kantin. Namun tak ada satu pun kasus gejala keracunan.


Sementara itu, tenaga pendidik SMPN 1 Nanggulan Suryati mengaku sempat mengalami sakit perut hebat. Rasa sakit itu muncul pada Senin (3/8) malam. Sempat bolak-balik ke kamar mandi, rasa sakit tak kunjung sembuh hingga pagi hari. "Mulas perutnya, mau muntah tapi tidak bisa. Hanya mual-mual saja," ungkapnya.


Rasa sakit itu membuat dirinya tak bisa berangkat ke sekolah. Ternyata insiden serupa juga dialami dua guru lain. Menurutnya, saat makan MBG dirinya tak menaruh curiga. Lantaran sejauh ini dari segi rasa MBG masih bisa dinikmati, walau terkadang tidak cocok dengan seleranya. (gas/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
SMKN 1 NANGGULAN Mbg Nanggulan Kulon Progo keracunan