Sesuai ketentuan pejabat yang diangkat menduduki eselon II A minimal sudah berpangkat IV/b. Sebelum promosi sebagai kepala dinas pariwisata, Atik menjabat sekretaris badan pendidikan dan pelatihan (diklat). Informasi golongan kepangkatan Atik masih IV/a itu terungkap saat pembacaan keputusan gubernur tentang pengangkatan sembilan pejabat yang menjadi asisten, staf ahli gubernur, kepala dinas, dan kepala biro oleh petugas protokol. Dari sembilan pejabat yang dilantik, Atik berada di urutan delapan.
”Atik Sudarmi, SIP. Pangkat golongan ruang IV/a. Jabatan lama sekretaris badan pendidikan dan latihan, eselon III A. Jabatan baru kepala dinas pariwisata, eselon II A,” ucap petugas protokol membacakan keputusan sesaat sebelum pelantikan di Bangsal Kepatihan, Rabu (5/8/2026). Atik juga satu-satunya yang tidak menyandang gelar magister. Sarjana strata satu administrasi negara.
Pangkat IV/a itu juga baru diemban Atik setahun lalu. Tepatnya, berdasarkan TMT (terhitung mulai tanggal) 1 Agustus 2025. Sebelum sekretaris badan diklat, karir Atik lebih banyak di bidang keuangan. Dua kali menjabat kasubag keuangan di badan diklat dan badan kepegawaian daerah (BKD).
Dari sembilan orang pejabat yang dilantik, pangkat Atik terhitung paling rendah. Bahkan enam sejawatnya yang sama-sama dari eselon III A, semuanya telah berpangkat IV/b. Mereka seperti Aris Prasena yang promosi menjadi kepala dinas PUPESDM. Semula Aris menjabat kepala balai pengelolaan sampah dinas LHK. Pangkat Aris IV/b sejak 1 April 2025.
Lalu, Suci Rohmadi yang menduduki kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga. Semula dia menjadi kepala bidang perencanaan dan peningkatan mutu pendidikan. Pangkat Suci IV/b dengan TMT 1 Oktober 2025. Pangkat IV/b juga sudah disandang Anton Raharja yang diangkat sebagai kepala dinas perdagangan dan perindustrian sejak 1 April 2025. Sebelumnya Anton mengepalai balai pengembangan teknologi tepat guna di dinas tersebut.
Berikutnya, pangkat IV/b sudah diduduki Suyarno sejak empat tahun silam. Tepatnya, TMT 1 April 2022. Dia menjadi kepala dinas sosial. Promosi dari sebelumnya sekretaris dinas tersebut. Mantan sekretaris badan kepegawaian daerah (BKD) Poniran satunya-satunya pejabat yang promosi dari III A ke II/b. Bang Oni, sapaan akrabnya, diangkat sebagai kepala biro organisasi. Pangkat IV/b Bang Oni sudah lebih dari lima tahun sejak 1 April 2021.
Pangkat Atik yang masih IV/a itu rupanya tidak sesuai dengan persyaratan yang selama ini diterapkan pemprov. Khususnya seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama atau setara eselon II/. Hal itu langsung menjadi sorotan sejumlah ASN di lingkungan Pemprov DIY.
Tak sekadar bisik-bisik. Mereka mengangkatnya dalam diskusi grup WA. ”JPT pratama setara eselon II A pangkat minimal pembina tingkat I (IV/b). JPT pratama eselon II/b pangkat minimal pembina IV/a. Tapi karena DIJ istimewa jadi bisa,” tulis dalam grup internal yang ramai pascapelantikan kemarin.
Beberapa ASN menilai pengangkatan pejabat eselon dua yang pangkatnya belum memenuhi persyaratan minimal karena pemprov memakai mekanisme manajemen talenta atau talent pool. Ini berbeda saat masih lelang terbuka. Persyaratan peserta lelang jabatan ditulis secara terbuka. ”Kalau tidak terpenuhi pangkatnya pasti gugur di tahap seleksi administrasi,” ungkapnya.
Seorang pejabat penting di pemprov mengakui dilantiknya Atik itu sebagai sesuatu yang tidak pernah diduga. ”Itu sebuah kejutan,” ceritanya. Sumber lain di Kepatihan membisiki kejadian itu tak lepas dari dikembalikannya usulan dari badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat) oleh gubernur. Tercatat sampai dua kali. Ada yang mengkaitkan pengembalian itu karena tak sesuai dengan hasil kontemplasi spiritual.
Ini juga baru dialami kali. Baperjakat di era sebelum Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti belum pernah terjadi. Perlu diketahui, baperjakat secara otomatis diketuai Sekprov. ”Betul, kalau ada yang ngomong sampai tiga kali berarti bisa hat-trick,” bisik sumber itu.
Akibatnya, sejumlah pejabat eselon III A yang sudah menjalani asesmen di baperjakat gagal promosi. Mereka harus balik kanan. Usulan yang diajukan ke gubernur tak mendapatkan lampu hijau. ”Wurung (batal, Red) diangkat,” ucap sumber yang dekat dengan kalangan baperjakat.
Soal tidak turunnya restu gubernur sampai dua kali ditampik keras oleh Ni Made. ”Siapa bilang dikembalikan. Nggak ada itu. Ketua baperjakatnya saya kok,” bantahnya. Dia menyebutkan ada beberapa tahapan yang dilalui. Calon yang diajukan ke gubernur juga bukan hanya satu nama sesuai hasil asesmen. Sebelumnya juga ada rekomendasi dari BKN. Setelah itu yang memilih gubernur. ”Kami fair saja,” tandas Ni Made.
Di bagian lain, dalam pelantikan itu, Aris Prasena menjadi orang pertama yang memimpin dinas PUPESDM DIY dengan latar bukan sarjana teknik sipil atau teknik arsitektur. Pendulu Aris, kepala dinas PUPESDM dari 2000-2026 seperti. M. Zaim, Bayudono, Tri Harjun Ismaji, Rani Sjamsinarsi, Hananto Hadi Purnomo, hingga Anna Rina Herbanti semuanya berlatar belakang sarjana teknik. Sedangkan Aris menyelesaikan pendidikan S1 geografi dengan konsentrasi geografi kependudukan. Sedangkan magisternya ilmu lingkungan.
Sedangkan Gubernur DIY Hamengku Buwono X dalam pesannya mengingatkan, makna kepemimpinan dengan lakon Wahyu Cakraningrat. Amanah kepemimpinan menghindari yang bernafsu mengejarnya. ”Atau berdiri paling dekat dengan pusat kekuasaan. Kepercayaan hanya singgah kepada mereka yang menempuh laku dan diuji kebenaran,” ingat HB X.
Dikatakan, kekuasaan dapat diberikan melalui selembar keputusan. Tapi kewibawaan tidak pernah lahir dari kertas. ”Kewibawaan lahir dari laku yang teruji dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, se- jarah, dan rakyat,” tandasnya. (ayu/kus/laz)
Sumber : Radar Jogja