JOGJA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja sampai saat ini masih terus menggenjot aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pada Agustus targetnya diharapkan menyentuh 53 persen.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki mengatakan, hingga Juli capaian aktivasi IKD telah mencapai 43,38 persen. Pihaknya terus berupaya agar semakin banyak masyarakat yang memiliki IKD. Lantaran mulai tahun depan IKD akan menjadi media utama untuk berbagai keperluan administrasi pelayanan pemerintah. Salah satu contohnya untuk bantuan sosial.
Disamping itu, IKD juga memiliki keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan KTP fisik, karena untuk mengakses IKD pemilik harus mengatur PIN. Sehingga tidak mudah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Tak Hanya di Kafe, SoulCha Buktikan Matcha Relevan untuk Ekosistem Pameran Bisnis
Septi mengaku, untuk mengejar target bulan ini pihaknya sudah menyiapkan ajakan kepada masyarakat secara by name by address. Berupa undangan fisik yang diserahkan langsung kepada masyarakat sasaran melalui perangkat wilayah seperti RT/RW.
“Masyarakat yang belum melakukan aktivasi IKD kemudian hadir ke Disdukcapil untuk aktivasi. Kami sudah jadwalkan sampai dengan akhir tahun per kemantren,” ujar Septi lewat sambungan telepon, Rabu (5/8/2026).
Guna memaksimalkan aktivasi IKD, ia mengaku juga akan terus menggenjot perekaman KTP elektronik (el). Lantaran untuk mengaktifkan IKD masyarakat harus terlebih dahulu membuat KTP-el.
Baca Juga: Sadari Liga Makin Kompetitif, Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel Soroti Kesiapan Pemain Lokal
Ia mengaku akan memanfaatkan momentum kemerdekaan tahun ini untuk melakukan jemput bola. Supaya masyarakat lebih mudah mengurus berbagai kebutuhan administrasi kependudukan tanpa harus datang ke kantor dinas di Balai Kota. Untuk jadwal dan lokasinya sampai saat ini masih disusun oleh Disdukcapil.
“Prinsipnya jemput bola untuk memudahkan masyarakat. Program itu bisa melayani perekaman, namun tidak melayani cetak fisik KTP-el di lokasi,” jelas Septi. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita