JOGJA - Siapa sangka di balik padatnya permukiman perkotaan ada sosok seorang kreatif yang bisa memanfaatkan lahan dengan produktif. Bahkan hal ini menjadi penyemangat anak-anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Jogja di Jalan Lowanu Timuran, Brontokusuman, Mergangsan, Jogja untuk berdaya.
Ya, anak-anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Jogja sukses membudidayakan madu alami dari lebah. Jenis lebih yang dibudidayakan adalah Apis Mellfera. Jenis ini dipilih karena mudah hidup dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pengurus budi daya madu Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Jogja Bambang menjelaskan, budi daya yang dilakukannya memang cukup mudah. Lebah-lebah juga tidak rewel. Mereka mencari pohon-pohon di area panti untuk cari makan sendiri.
Baca Juga: PSS Sleman Launching Tim Lawan Kendal Tornado FC
Di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Jogja saat ini terdapat 11 boks lebah madu. "Kalau anak-anak sudah semakin terampil, rencananya jumlah boks akan kami tambah. Terutama memanfaatkan lahan-lahan luas milik persyarikatan," beber Bambang, Senin (3/8).
Ia mengungkapkan, sebenarnya budi daya ini memang belum lama berjalan, kurang lebih tiga bulan terakhir. Namun ketekunan anak-anak panti mulai membuahkan hasil manis.
Setiap dua minggu sekali, kotak-kotak kayu itu siap dipanen, menghasilkan rata-rata 200 hingga 500 gram madu murni berkualitas per kotak.
Meski begitu, Bambang menyampaikan merawat lebah di tengah kota tentu bukan tanpa hambatan. Musuh utama kawanan lebah perkotaan ini biasanya datang dari hama seperti semut atau cicak.
Oleh karena itu, setiap hari Bambang mengajak anak-anak panti untuk disiplin dan rutin mengecek kondisi boks madu tersebut.
Bambang mengungkapkan, hasil panen madu ini memiliki fungsi ganda. Selain dimanfaatkan sebagai asupan gizi harian untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak panti, sebagian hasil panen lainnya sudah mulai dipasarkan.
Tak jarang warga sekitar pun juga ikut melarisi hasil panen dari budi daya itu. "Selain dimanfaatkan untuk asupan gizi di panti, sebagian madu hasil panen telah laku dibeli warga dengan harga Rp 75 ribu per botol," ungkapnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita