Biaya Pendidikan dan Kenaikan BBM Katrol Inflasi di Kota Jogja

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 22:15 WIB
Pengendara kendaraan bermotor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Jalan Magelang, Sleman Rabu (10/6). Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, serta Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Pengendara kendaraan bermotor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Jalan Magelang, Sleman Rabu (10/6). Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, serta Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat biaya pendidikan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi penyumbang inflasi pada Juli 2026. Meski kenaikan BBM turut mendorong sektor transportasi, indikator pariwisata di Kota Jogja masih menunjukkan tren positif.

Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno mengatakan, biaya pendidikan menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen pada Juli. Komoditas yang paling dominan berasal dari biaya pendidikan sekolah dasar (SD) 0,02 persen, disusul pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) 0,01 persen. Sementara 0,01 persen lainnya dipengaruhi kebutuhan alat tulis hingga seragam sekolah.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Kota Jogja Capai 72 Persen, BPS Klaim Belum Ada Penolakan dari Masyarakat

“Kami menghitungnya secara keseluruhan, baik itu sekolah negeri maupun swasta. Untuk negeri memang tidak naik (karena gratis, Red),” ujar Joko saat ditemui di kantornya Senin (3/8).

Sementara itu, komoditas BBM menyumbang inflasi sebesar 0,12 persen. Menurut Joko, kondisi tersebut dipengaruhi kenaikan harga Pertamax pada Juni. Tetapi dampaknya baru tercatat dalam perhitungan inflasi Juli.

Meski secara persentase kontribusi biaya pendidikan dan BBM tidak terlalu besar, kedua komoditas tersebut menjadi faktor baru yang memengaruhi inflasi dalam satu bulan terakhir. Hal itu dipicu meningkatnya permintaan masyarakat serta perubahan harga sejumlah komoditas.

Baca Juga: 11.099 Mahasiswa Baru UGM Ikuti Upacara Penerimaan, 1.101 di Antaranya Penerima KIP-K

Berdasarkan data BPS Kota Jogja, inflasi bulanan masih didominasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan angka 0,23 persen. Kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang inflasi sebesar 0,80 persen dengan emas sebagai komoditas dominan. Sementara sektor transportasi mengalami inflasi sebesar 0,41 persen, dengan tiket pesawat menjadi penyumbang utama.

Meski sempat dipengaruhi kenaikan harga tiket pesawat dan BBM, Joko menegaskan kondisi tersebut belum berdampak negatif terhadap sektor pariwisata Kota Jogja. Hal itu terlihat dari tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang maupun nonbintang yang masih menunjukkan pertumbuhan positif. 

TPK hotel bintang pada Juni meningkat 5,54 persen dibandingkan Mei. Secara tahunan, angka tersebut juga naik 8,11 poin. Sementara hotel nonbintang mengalami kenaikan 3,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh 6,96 persen secara tahunan.

Baca Juga: Anyaman Bambu Sumberagung Kian Mendunia, Inovasi Produk Tembus Pasar Ekspor

“Indikator pariwisata tergolong sangat bagus,” beber Joko.

 

Sementara itu, kebutuhan sekolah juga mengalami peningkatan menjelang tahun ajaran baru. Salah satu penjual seragam di Jalan Ibu Ruswo, Sri Rahayu mengatakan, penjualan seragam sekolah meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Omzetnya bahkan menyentuh Rp10 juta hingga Rp15 juta per hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan hari biasa yang rata-rata hanya Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per hari. “Tahun ajaran baru seperti sekarang penjualan seragam wajib yang paling banyak dicari,” sebut Sri. (inu/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja pertamax BBM Pendidikan inflasi