Dinkes Kota Jogja Perluas Vaksinasi HPV, Ikut Sasar Laki-Laki pada BIAS Bulan Ini

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 21:15 WIB

 

Endang Sri Rahayu Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja.Alfi Annissa Karin/Radar Jogja
Endang Sri Rahayu Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja. (Dokumentasi Radar Jogja)

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja memperluas sasaran vaksinasi human papillomavirus (HPV) dengan menyasar remaja laki-laki. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit akibat infeksi HPV, sekaligus menekan risiko penularan virus kepada perempuan.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, pihaknya telah menyiapkan vaksinasi HPV melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus. Sebanyak 3.146 dosis vaksin HPV disiapkan untuk mendukung program tersebut.

Endang menjelaskan, imunisasi HPV tidak hanya diberikan kepada remaja perempuan. Tetapi juga menyasar remaja laki-laki. Sebab, infeksi HPV juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada laki-laki, termasuk kanker pada organ genital seperti anus, penis, hingga orofaring.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Kota Jogja Capai 72 Persen, BPS Klaim Belum Ada Penolakan dari Masyarakat

“Laki-laki juga dapat bertindak sebagai carrier (pembawa) yang menularkan virus HPV kepada perempuan,” beber Endang Senin (3/8). 

Endang menambahkan, vaksinasi HPV sejak usia remaja menjadi salah satu upaya perlindungan jangka panjang. Dengan melibatkan laki-laki dalam program imunisasi, pencegahan penyebaran HPV diharapkan dapat dilakukan lebih optimal.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Jogja Iva Kusdyarini mengatakan, kasus kanker yang berkaitan dengan HPV masih menjadi perhatian. Hingga Juni 2026, pihaknya mencatat 86 kasus kanker serviks di Kota Jogja.

Selain kanker serviks, kasus kanker payudara juga masih cukup tinggi dengan catatan 535 kasus hingga periode yang sama. Secara tahunan, kedua kasus tersebut menunjukkan tren peningkatan.

Baca Juga: Susunan Pemain Resmi Indonesia vs Vietnam ASEAN Championship 2026, Mitchell Baker Kembali Menjadi Pilihan Utama John Herdman

Pada 2024, kasus kanker serviks tercatat 104 kasus dan meningkat menjadi 144 kasus pada 2025. Sementara kanker payudara tercatat 551 kasus pada 2024 dan naik menjadi 672 kasus pada 2025. “Di Kota Jogja, kasus kanker serviks serviks dan payudara banyak ditemukan di wanita usia 45 tahun keatas,” ujar Iva di Balai Kota Jogja.

Iva menjelaskan, kanker serviks memiliki kaitan erat dengan infeksi HPV. Namun, faktor risiko dominan yang menyebabkan seseorang terkena kanker serviks maupun kanker payudara belum dapat dipastikan sepenuhnya.

“Kalau kanker serviks jelas penyebabnya HPV, tapi apa faktor risikonya yang dominan belum ada penelitian yang bisa memastikan. Demikian juga yang kanker payudara,” beber Iva.

Selain melalui vaksinasi, dia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta pola makan tinggi lemak dan rendah serat dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. (inu/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja human papillomavirus (HPV) hpv Dinkes Kota Jogja vaksinasi