Ikut Tampil di Yogyakarta Gamelan Festival, Banyuwangi Turut Belajar Kelola Festival untuk Event Tahun Depan

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:00 WIB
MERIAH: Pagelaran Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-31 di Plaza Pasar Ngasem dari seniman dalam dan luar negeri Sabtu (1/8) malam. (FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA)
MERIAH: Pagelaran Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-31 di Plaza Pasar Ngasem dari seniman dalam dan luar negeri Sabtu (1/8) malam. (FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA)

JOGJA - Keikutsertaan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi dalam Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-31 tidak hanya untuk tampil di panggung. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan ajang tersebut untuk mempelajari tata kelola festival sebagai bekal menggelar festival gamelan di Banyuwangi pada 2027.

Ketua DKB Banyuwangi Hasan Basri mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan penyelenggara YGF mengenai penyelenggaraan festival serupa. Banyuwangi ingin mengembangkan festival gamelan yang mampu menjadi ruang pertemuan para seniman sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai pusat seni tradisi.

Baca Juga: Kisah Operator Sedot WC Kulon Progo, dari Mual 3 Bulan hingga Temukan Palu di Dalam Septic Tank

"Kami tidak ingin ketinggalan dengan Jogja. Kami ingin Banyuwangi juga menjadi lokus gamelan di Indonesia," ujarnya.

Menurut Hasan, keikutsertaan dalam YGF juga menjadi kesempatan belajar bagi para seniman Banyuwangi. Selain memperkenalkan musik tradisi Banyuwangi, mereka dapat menyerap pengalaman dari kelompok seni dalam maupun luar negeri.

"Kehormatan bagi kami diundang tampil di panggung yang menghadirkan kelompok dari Belanda, Prancis, dan berbagai daerah," ujarnya.

 Baca Juga: Calvin Verdonk Tampil Penuh, Lille Menang Dramatis 6-3 atas OH Leuven di Laga Pramusim

Hasan menilai, tantangan utama penyelenggaraan festival bukan pada jumlah pelaku seni. Melainkan kualitas sumber daya manusia dan kemampuan mengelola sebuah acara. "Karena itu kami datang ke sini juga belajar bagaimana mengelola event yang baik," bebernya.

Ketua Majelis Kehormatan DKB Banyuwangi Samsudin Adlawi menyebut, para seniman Banyuwangi telah siap menggelar festival berskala besar. Tetapi masih perlu memperkuat aspek manajemen.

"Jadi kami belajar ke sini tentang pengelolaan event. Mulai panitianya, relawannya, sampai pendampingan kepada peserta sangat profesional," sebutnya.

Baca Juga: Manchester City Takluk dari Inter Milan di Adu Penalti, Enzo Maresca Berikan Apresiasi Perkembangan Pemain

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Hartono mengatakan, kunjungan ke YGF merupakan bagian dari strategi Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) sebelum merealisasikan festival gamelan di Banyuwangi.

Hartono menilai konsep YGF layak dicontoh karena mampu memadukan pertunjukan seni dengan aktivitas ekonomi masyarakat. "Konsepnya bagus sekali. Selain nguri-uri seni budaya, juga memberikan multiplier effect kepada UMKM, pedagang, dan para seniman. Itu yang ingin kami contoh," serunya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi gamelan festival Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) banyuwangi