Mantan Kapolda DIY Suwondo Nainggolan Kenang Nasirun, Sebut Jadi Jembatan Polri Memahami Masyarakat Jogja

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Mantan Kapolda DIY yang kini menjabat sebagai Asisten Logistik (Aslog) Kapolri, Suwondo Nainggolan saat melayat di rumah duka Seniman Nasirun. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Mantan Kapolda DIY yang kini menjabat sebagai Asisten Logistik (Aslog) Kapolri, Suwondo Nainggolan saat melayat di rumah duka Seniman Nasirun. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - Kepergian maestro seni rupa Indonesia, Nasirun, pada Sabtu (1/8/2026) pagi, meninggalkan duka bagi berbagai kalangan, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Mantan Kapolda DIY yang kini menjabat sebagai Asisten Logistik (Aslog) Kapolri Suwondo Nainggolan, mengenang Nasirun bukan hanya sebagai seniman besar, tapi juga sosok yang selama ini menjadi sahabat diskusi sekaligus pemberi nasihat bagi jajaran kepolisian.

Suwondo mengatakan, bahwa kabar meninggalnya Nasirun juga langsung ia sampaikan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Kurator Pertama Nasirun Kenang 33 Tahun Persahabatan, Suwarno Wisetrotomo: Sejak 1993 Saya Yakin Dia Akan Menjadi Seniman Besar

Menurutnya, Kapolri turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pelukis asal Cilacap tersebut.

"Saya sudah melaporkan pada Bapak Kapolri bahwa almarhum Pak Nasirun telah kembali pada Sang Pencipta. Pak Kapolri sangat berduka. Sejatinya beliau ingin hadir melayat, tetapi karena ada kegiatan di Jakarta, jadi tidak bisa datang," ujarnya di rumah duka.

Selama bertugas sebagai Kapolda DIY, Suwondo mengaku memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Nasirun.

Hubungan itu berawal dari berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan yang melibatkan Polda DIY bersama para budayawan di Yogyakarta.

Baca Juga: Kini Bekalista Bisa Dipesan via Aplikasi JogjaKita, Simak Caranya!

"Bagi Polri, khususnya Polda DIY, Pak Nasirun bersama beberapa tokoh lain menjadi penggagas berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan yang melibatkan Polri. Dari situ hubungan kami terjalin dan terus berlanjut," katanya.

Namun, menurut Suwondo, kedekatan tersebut tidak berhenti dalam forum resmi.

Di luar berbagai kegiatan kebudayaan, Nasirun justru sering menjadi tempat berdiskusi mengenai berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Yogyakarta.

"Bukan hanya memberi masukan budaya. Tapi juga sering cerita tentang kondisi masyarakat, daerah yang kekurangan air, bagaimana penghasilan warga, potensi wilayah, dan banyak hal lain. Dari situ kami mendapat pemahaman yang lebih utuh soal masyarakat sebelum mengambil langkah-langkah kepolisian," ungkapnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Maestro Seni, Nasirun Dikenang Karena Kebaikan dan Kerendahan Hatinya

Secara pribadi, ia mengaku cukup sering berkunjung ke kediaman Nasirun.

Bahkan, tanpa membuat janji terlebih dahulu, dirinya selalu merasa diterima dengan hangat oleh almarhum beserta keluarganya.

"Saya merasa dekat dengan beliau. Saya bisa datang ke rumah ini tanpa memberi kabar lebih dulu. Tinggal ketuk pintu, kami bisa mengobrol sampai malam. Saya merasa diterima beliau dan keluarganya," ujarnya.

Dalam setiap pertemuan, sebagian besar pembicaraan mereka memang berkisar pada dunia seni dan kehidupan para seniman.

Namun, selebihnya Nasirun banyak menyampaikan pandangan hidup yang menurut Suwondo penuh kebijaksanaan.

Baca Juga: Momentum Agustus, Santi Mebel Bidik Penjualan Lewat Promo Kasur Springbed, Meja Dapur, dan Lemari Besi

"70 persen kami berbicara soal seni dan para seniman. Setelah itu baru membahas persoalan lain. Beliau selalu memberi nasihat bagaimana menyikapi sesuatu dengan arif dan bijaksana," katanya.

Salah satu pesan yang paling membekas bagi Suwondo adalah filosofi tokoh Semar yang pernah dituangkan Nasirun dalam sebuah lukisan pada 2024, saat suasana Pemilu.

Dimana, lukisan tersebut kini disimpan di rumah pribadi Suwondo.

"Beliau pernah melukis Semar. Lukisan itu bahkan belum selesai saat saya meminta agar diberi pada saya. Saya sangat suka filosofinya. Beliau mengatakan, budayawan itu ibarat Semar, harus mampu menaungi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Polri. Filosofi itu sangat dalam bagi saya," tutur Suwondo.

Baca Juga: Perdana Menteri Inggris Andy Burnham Serukan Pengunduran Diri Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Ia menambahkan, pemikiran-pemikiran seperti itulah yang membuat Nasirun memiliki tempat istimewa di mata banyak kalangan, bukan hanya komunitas seni.

Menurut Suwondo, Nasirun mampu menjembatani dunia seni, budaya, dan kehidupan sosial dengan pendekatan yang sederhana, tetapi sarat makna.

"Beliau selalu mengajarkan kami untuk merespons persoalan dengan arif dan bijaksana. Itulah yang akan selalu saya kenang dari sosok Pak Nasirun," pungkasnya. (iza)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Mantan Kapolda DIY Nasirun Seniman Suwondo Nainggolan polri