Malioboro Full Pesepeda saat JLFR, Wisatawan dan Warga Sambut Positif, Wali Kota Hasto Ikut Pantau Keliling

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 21:43 WIB
LEBIH KONDUSIF: Peserta Jogja Last Friday Ride (JLFR) bersepeda melintasi kawasan Malioboro, Kota Jogja, Jumat malam (31/7/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
LEBIH KONDUSIF: Peserta Jogja Last Friday Ride (JLFR) bersepeda melintasi kawasan Malioboro, Kota Jogja, Jumat malam (31/7/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - Agenda rutin Jogja Last Friday Ride (JLFR) pada Jumat (31/7) malam terasa berbeda. Pada kegiatan ke-195, para pesepeda tampak lebih kondusif. Kedatangan rombongan pesepeda juga tidak langsung tumplek blek. Namun secara bertahap.


Kegiatan JLFR sebelumnya menjadi sorotan. Lantaran sempat dibatasi kegiatannya masuk ke kawasan Malioboro, tepat pada JLFR ke-194 bulan lalu. Lantaran para pesepeda dinilai menimbulkan gangguan bagi wisatawan yang sedang liburan.


Pantauan Radar Jogja, para pesepeda mulai masuk ke kawasan Malioboro sekitar pukul 19.00. Kemudian semakin malam jumlah pesepeda semakin banyak. Kemacetan memang sempat terjadi. Tapi berangsur lancar karena petugas melakukan pengaturan.

Baca Juga: DPRD Kota Jogja Luncurkan e-Kunker, Tamu Dewan Kini Diarahkan ke Kampung Wisata


Salah sorang pesepeda Nathan mengatakan, kegiatan seperti JLFR memang seharusnya didukung dan dilaksanakan rutin. Sebab, bisa menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk berkegiatan positif. 


Ia juga berharap pengaturan Malioboro sebagai ruang bersepeda bisa diwujudkan lebih baik lagi. Pasalnya, masih ada kendaraan seperti becak motor (bentor) dan Trans Jogja yang melintas di tengah-tengah pesepeda.


"Kalau memang mau dirutinkan, mungkin ke depannya kendaraan bermotor dan segala macamnya dibebaskanlah. Istilahnya benar-benar car free day,” ujar mahasiswa salah satu kampus swasta di Jogja ini.

Baca Juga: Stunting Juga Ditemukan pada Keluarga Mampu, Pemkab Bantul Soroti Pola Pengasuhan Termasuk Day Care


Kegiatan JLFR mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Harsono, warga Kampung Miliran, Muja Muju, Umbulharjo memandang ruang bersepeda memang dibutuhkan oleh anak-anak muda saat ini.


Ia menilai, kehadiran mereka murni didorong oleh rasa gembira dan keinginan untuk berkumpul secara positif. Meski memberikan dukungan penuh, pria 60 tahun ini menekankan pentingnya menjaga ketertiban di jalan raya. 


Ia mengimbau kepada para peserta JLFR untuk tetap mematuhi aturan demi keselamatan bersama. "Harapannya dari pemerintah ya bisa diwadahi. Syukur-syukur kalau ada ketua atau koordinatornya. Jadi kegiatannya bisa lebih terorganisasi dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga: Bang Mike, Fotografer Pemkot Jogja Purnatugas, Pernah Dimarahi PA VIII, Ditendang Paspampres hingga Pipis di Celana
Sementara bagi wisatawan, Tri Widiastuti asal Purworejo, Jawa Tengah, memandang kegiatan bersepeda di Malioboro cukup menjadi hiburan. Ia mengaku senang melihat antusiasme anak-anak muda yang memadati ikon wisata Jogja itu dengan mengayuh sepeda bersama rombongan. 


Menurutnya, tren ini jauh lebih berguna ketimbang sekadar berkumpul tanpa arah.  Kendati begitu, keberadaan rombongan pesepeda dalam jumlah besar juga mendatangkan perhatian tersendiri terkait ketertiban lalu lintas. 
Tri ingin agar para peserta yang mengayuh sepeda tetap mengutamakan keselamatan dan menghormati pengguna jalan lain. "Harapannya agar lebih kondusif. Tetap harus hati-hati dan jangan sampai mengganggu pengendara lain seperti mobil atau angkutan kota,” ungkapnya.

Baca Juga: Acungkan Celurit Dini Hari demi Buat Konten, Dua Remaja Ditangkap Polisi, Satu Anak dari Sekolah Rakyat


Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo juga terlihat hadir, melihat langsung kegiatan JLFR di Malioboro. Ia mengaku telah beberapa kali mengelilingi rute guna memastikan pergerakan kendaraan berjalan lancar. 


Berdasarkan pantauannya, kondisi lalu lintas pada JLFR ke-195 relatif aman dan kondusif. Pembagian lajur jalan dinilai berjalan cukup baik. Mulai dari kawasan Kridosono, Tugu, Mangkubumi, Stasiun Tugu, hingga Malioboro, seluruh kendaraan roda empat melaju di lajur kanan sementara pesepeda berada di sisi kiri.

Baca Juga: Pelepasan Paskribaka,‎ ‎1.600 Peserta Akan Meriahkan Apel dan Aubade Bulan Kemerdekaan di Gunungkidul


Menanggapi pertanyaan terkait penataan kawasan Malioboro dan skema lalu lintas ke depan, ia menegaskan alurnya sudah dibuat oleh petugas kepolisian dan instansi terkait. Fokus pemantauanya adalah memastikan efektivitas fungsi jalan. Ini agar masyarakat, pesepeda hingga wisatawan dapat melintas dengan nyaman tanpa hambatan.


"Yang penting bagaimana semua bisa menggunakan jalan dan tidak ada yang terganggu. Pokoknya tagarnya sithik eding," tandasnya. (inu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
JFLR sithik eding hasto wardoyo Wali Kota Jogja Malioboro