Panggung Talenta Muda, Disiapkan Maju ke Tingkat Nasional, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) DIY

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 07:00 WIB
PESERTA TERBAIK: Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat provinsi diadakan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Ada 16 jenis lomba. Diikuti siswa SMA/SMK dan MA juara pertama kabupaten/kota se-DIY. (Fahmi Fahriza)
PESERTA TERBAIK: Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat provinsi diadakan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Ada 16 jenis lomba. Diikuti siswa SMA/SMK dan MA juara pertama kabupaten/kota se-DIY. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat provinsi baru saja digelar. Pesertanya diikuti siswa SMA/SMK dan MA terbaik dari lima kabupaten/kota se-DIY. Mereka menunjukkan kemampuan bidang seni dan sastra. Ada 16 jenis kategori lomba. Mulai dari baca puisi, cipta puisi, cipta lagu, fotografi dan jurnalistik. Lalu kreativitas musik tradisi, tari, desain poster, komik digital, kriya, serta. Gitar. 

“Ditambah solo vokal putra, solo vokal putri, monolog, cerpen, hingga film pendek,” terang Staf Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Tri Suryani di sela lomba yang  seluruhnya berlangsung di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Jalan Cendana No. 9  Yogyakarta, kemarin (30/7).

Lomba menggunakan 15 ruangan. Khusus solo vokal putra dan putri ruangannya dijadikan satu. Tri menambahkan, FLS3i menjadi wadah bagi peserta didik yang memiliki minat dan bakat di bidang seni. "Ini sebagai wadah untuk anak-anak yang bertalenta bidang seni bisa menyalurkan minat bakatnya secara maksimal," katanya.

Seluruh peserta lomba merupakan juara pertama hasil seleksi tingkat kabupaten/kota se-DIY. Nantinya, juara pertama disetiap kategori akan mewakili DIY pada FLS3N tingkat nasional. Dijadwalkan berlangsung September mendatang.

Menurut Tri, pelaksanaan seluruh cabang lomba dilakukan secara serentak dalam satu hari. Hanya cabang tari yang dijadwalkan siang hari karena membutuhkan ruang pertunjukan yang lebih luas. Untuk menjamin objektivitas hasil lomba, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY melibatkan tiga dewan juri di setiap cabang.

Baca Juga: Dua Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Detektor Cegah Keracunan MBG Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik

Semua juri berasal dari kalangan eksternal. Mereka terdiri atas praktisi dan akademisi sesuai bidang keahlian masing-masing. “Dewan juri mempunyai kompetensi sehingga penilaiannya benar-benar objektif" tegasnya.

Salah satu peserta Aneira Myeisha Aurellia dari SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta  mewakili Kabupaten Sleman. Dia mengikuti lomba kategori baca puisi. Aneira mengaku telah mempersiapkan diri sekitar dua bulan sejak seleksi kabupaten. Membawakan dua puisi berjudul Jembatan dan Asmaradana. Meski  sempat gugup, Aneira berusaha menikmati setiap proses yang dijalaninya. "Sebenarnya tampil seperti latihan biasanya, tapi lebih deg-degan karena ditonton," katanya.

Bagi Aneira, keikutsertaan di FLS3N bukan sekadar mengejar gelar juara. Tapi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan. "Semua orang tentu ingin mencapai sesuatu. Saya tidak menjadikan itu sebagai target utama. Bisa saya jadikan pelajaran," ungkap dia.

Pelatih Aneira, Maheswari Nilot menjelaskan, proses pembinaan tidak hanya fokus pada teknik membaca puisi. Namun juga penafsiran karya hingga pembentukan karakter penampil. "Saya selalu berpesan, apa pun hasilnya tetap jadi diri sendiri dan munculkan ciri khasmu. Anggap lomba ini adalah pesta untuk merayakan semua usaha yang sudah dilatih," papar Maheswari.

Semangat serupa juga ditunjukkan Charis Minerva Boru Simatupang dari SMK Negeri 2 Kasihan ( dulu SMM Yogyakarta, Red) yang mewakili Kabupaten Bantul. Charis  tampil pada cabang Solo Vokal Putri. Dia membawakan lagu Sang Dewi sebagai lagu pilihan. Sedangkan tembang Lir Ilir menjadi lagu wajib daerah. Persiapan telah dilakukan sejak tahun lalu. Semakin intens dalam satu bulan terakhir. "Jujur happy tapi juga deg-degan. Rasanya belum lega sebelum tampil," ujarnya. Dia punya target meraih juara pertama. Tapi tetap siap menerima apa pun hasil yang diperoleh.

Diamengapresiasi dukungan penuh dari sekolah. Juga guru pembimbing yang terus memberikan motivasi selama proses latihan. "Guru-guru benar-benar support. Selalu menyemangati dan mendampingi selama proses persiapan," ceritanya. (iza/kus)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Festival Lomba Seni SMK Negeri 2 Kasihan jurnalistik sastra FLS3N