JOGJA - Penjual pernak-pernik HUT Kemerdekaan RI di Kota Jogja memprediksi penjualan tahun ini lesu seiring maraknya toko online yang menawarkan harga lebih murah.
Pedagang berharap permintaan tetap meningkat memasuki awal Agustus, saat masyarakat mulai membeli bendera dan ornamen untuk memeriahkan peringatan 17 Agustus.
Salah satu penjual pernak-pernik kemerdekaan di Jalan Juminahan Kemantren Pakualaman Muhammad Ikhsan mengatakan, berdasarkan pengamatannya harga di toko online memang lebih miring. Kemudian pembeli juga akan dimudahkan dengan proses pengiriman langsung ke rumah.
“Jadi prediksi kami untuk tahun ini penjualan pernak-pernik kemerdekaan akan menurun,” ujar pedagang 49 tahun itu saat ditemui di lapaknya, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Targetkan Terseleseaikan Agustus, Sebanyak 620 Permohonan PBG di Kota Jogja Masih Mandek
Ikhsan membeberkan, bahwa harga pernak-pernik khas tujuh belasan di tokonya berkisar dari Rp 2.500 untuk bendera ukuran kecil. Kemudian yang paling mahal Rp 160.000 pada bendera berukuran 2,5 meter. Kisaran harga tersebut memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan toko online pada komoditas yang sama.
Prediksi tersebut, kata Ikhsan, juga berdasar pada pengalaman penjualannya di tahun lalu. Pada momentum HUT RI ke-80 penjualan di lapaknya mengalami penurunan hingga 50 persen akibat banyak pembeli beralih ke toko online.
Meski begitu, ia berharap penjualan pernak-pernik kemerdekaan pada momen HUT RI ke-81 ini bisa maksimal. Pedagang musiman bergantung pada pembeli yang membutuhkan barang secara mendadak atau ingin memastikan kualitas bahan secara langsung.
“Setahu saya barang yang dijual online itu kualitasnya kurang bagus, saya tetap yakin ada orang yang ingin beli secara langsung,” katanya.
Pedagang musiman lain di wilayah Giwangan, Ismail mengungkapkan, penjualan hingga akhir Juli memang belum terlalu banyak. Dalam sehari dirinya hanya mampu menjual satu hingga dua lembar bendera saja.
Pedagang asal Wonogiri, Jawa Tengah itu memprediksi penjualan pernak-pernik kemerdekaan akan naik mulai minggu pertama hingga kedua Agustus. Lantaran merupakan waktu kerja bakti warga untuk memasang bendera di kampungnya masing-masing.
“Harapannya ya tetap laris aja meski sekarang banyak yang jualan online,” tutur Ismail. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita