JOGJA - Sebanyak 21 siswa dari sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) bertolak ke Jakarta. Mereka mewakili DIY mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026.
Berada di ibu kota selama satu pekan mulai 26 Juli sampai dengan 1 Agustus mendatang.
“Keikutsertaan DIY bukan sekadar mengikuti kompetisi. Tapi juga membawa nama baik daerah melalui siswa-siswa terbaik hasil seleksi tingkat provinsi,” ingat Digdoyo Budi Widodo mewakili Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY saat memberikan sambutan dalam upacara pelepasan di halaman Stasiun Tugu Yogyakarta pada Sabtu (25/7) malam.
Baca Juga: Beri Pendidikan Politik bagi Anak Muda, DPC PDI Perjuangan Sleman Gelar Sarasehan Kudatuli
Ditambahkan, dalam ajang tingkat nasional itu Digdoyo optimistis kontingen DIY minimal bisa meraih lima medali emas. Itu berasal dari bidang luring maupun daring.
Keyakinan itu diperoleh berdasarkan pembinaan maupun laporan sekolah dan pembimbing. “Anak-anak memang potensial meraih medali," tegasnya semangat.
Salah satu strategi yang diperkuat tahun ini berupa pembinaan bersama dunia usaha dan dunia industri atau disingkat DUDI.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY mendorong sekolah memanfaatkan kerja sama dengan berbagai perusahaan agar peserta lebih siap menghadapi kompetisi.
Diakui, selama ini yang menjadi langganan juara umum Provinsi Jawa Timur. Pola yang digunakan dengan pembinaan bersama DUDI.
Baca Juga: Kodim 0731 Kulon Progo Genjot Pembangunan Jembatan Garuda, Sasar Wilayah Kurang Akses Infrastruktur
Tahun ini, DIY juga menempuh hal senada. Pembinaan dengan DUDI diintensifkan agar anak-anak lebih siap dan familiar dengan alat yang nantinya digunakan saat lomba.
Digdoyo juga berpesan agar para peserta tampil maksimal tanpa terbebani hasil akhir. “Berikan yang terbaik. Berjuang tanpa beban.
Menang itu penting, tapi kejujuran dan integritas tetap yang paling utama," tegas mewanti-wanti.
Tahun 2026 ini LKS Nasional diselenggarakan secara luring dan daring. Dalam lomba itu, DIY mengikuti 18 dari 19 lomba luring.
Sebanyak 21 siswa yang ikut lomba didampingi 18 pembimbing. Sedangkan 19 lomba daring juga diikuti 21 peserta didampingi 19 guru pembimbing.
Pada kategori luring, DIY tidak mengirimkan wakil pada nomor Kecerdasan Artifisial (KA/AI) ekshibisi karena tidak lolos seleksi.
Baca Juga: Nadeo Argawinata Targetkan Timnas Indonesia Akhiri Puasa Gelar 30 Tahun di ASEAN Championship 2026
Bidang lomba luring yang diikuti DIY meliputi Bricklaying, Wall and Floor Tiling, Autonomous Mobile Robotics, Mechatronics, Electronics, Industrial Control, Welding, Autobody Repair, Motorcycle Maintenance and Repair, Automobile Technology, Heavy Vehicle Technology, Electrical Installation, Refrigeration and Air Conditioning, Information Network Cabling, Landscape and Gardening, Restaurant Service, Cooking, serta Cabinet Making.
Sedangkan bidang daring meliputi Digital Construction, Mechanical Engineering CAD, Metrology, IT Software Solution for Business, IT Network System Administration, Cloud Computing, Cyber Security, Web Technologies, Pharmacy, Health and Social Care, Hairdressing, Beauty Therapy, Nautics, Fishery, Digital Marketing, Hotel Reception, Graphic Design Technology, Fashion Technology, dan 3D Game Art.
Raffi Pradina Mukti dari SMK Negeri 2 Depok, Sleman mengikuti lomba bidang Autobody Repair atau perbaikan bodi kendaraan sesuai standar operasional industri dan keselamatan kerja.
Raffi mengaku senang mampu melaju hingga tingkat nasional setelah melalui seleksi berjenjang di sekolah hingga tingkat provinsi.
"Tentu bahagia bisa membanggakan orang tua maupun sekolah. Sertifikat dari LKS bisa menjadi jalur khusus untuk kuliah dan masuk industri," ujarnya.
Baca Juga: Beri Pendidikan Politik bagi Anak Muda, DPC PDI Perjuangan Sleman Gelar Sarasehan Kudatuli
Meski optimistis, Raffi memilih bersikap realistis. Sebab, persaingan di level nasional cukup ketat.
Selama menghadapi lomba, dia terus meningkatkan intensitas latihan. Bahkan hingga akhir pekan. "Sabtu-Minggu teta latihan. Kadang lembur sampai malam.
Teori juga terus diperdalam supaya materi benar-benar di luar kepala," katanya.
Kepala SMK Negeri 1 Ngawen, Gunungkidul Sriyono ikut mendampingi peserta di bidang Heavy Vehicle Technology dan Landscape and Gardening.
Baca Juga: PSS Belum Umumkan Manajer Baru, Manajemen: Belum Diputuskan!
Dia juga merasa optimistis persiapan yang matang akan mampu membawa hasil membanggakan bagi DIY. "Kami sudah mempersiapkan kompetensi anak dengan sungguh-sungguh.
Harapan saya mudah-mudahan bisa membawa nama DIY menjadi juara satu," katanya.
Menurut Sriyono, pembinaan dilakukan tidak hanya di sekolah. Tapi juga pelatihan di luar daerah bekerja sama dengan dunia industri, termasuk pemusatan latihan di Semarang dan Jakarta.
"Perusahaan mana pun yang bisa bekerja sama kami datangi agar kompetensi anak benar-benar siap. Kami siapkan bukan soalnya, tetapi kompetensi siswanya," ujarnya.
Selain kemampuan teknis, disiplin menjadi faktor utama dalam menentukan hasil di tingkat nasional. "Kuncinya hanya satu, disiplin. Pekerjaan boleh cepat, tapi harus tepat.
Kalau cepat tapi ngawur, juga tidak akan mendapatkan nilai," ingatnya. (iza/kus)
Sumber : Radar Jogja