Wisatawan Asing Naik Kereta Meningkat 7 Persen, Stasiun Tugu Jogjakarta Tetap Jadi Gerbang Utama Turis Mancanegara

Yusuf Bastiar • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:43 WIB
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Stasiun Jogjakarta masih menjadi pintu utama mobilitas wisatawan asing.
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Stasiun Jogjakarta masih menjadi pintu utama mobilitas wisatawan asing.

JOGJA - Minat wisatawan mancanegara (wisman) menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Jogja terus meningkat. Selama semester I 2026, PT KAI Daop 6 Jogja mencatat jumlah penumpang warga negara asing (WNA) mencapai 126.326 orang atau tumbuh sekitar 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 117.312 penumpang. 
 
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja Feni Novida Saragih mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan kereta api semakin dipercaya wisatawan asing sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi dengan berbagai destinasi wisata di Jogjakarta maupun Solo.
 
"Kami melihat minat wisatawan asing, terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Eropa, terus meningkat dalam memilih transportasi massal yang aman, nyaman, dan terintegrasi. Hal ini menjadi indikator bahwa KAI merupakan transportasi publik yang andal dan berstandar internasional," ujarnya kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).
 
Baca Juga: Baterai Becak Listrik Dikeluhkan Cepat Habis, Dishub DIY Sebut Jarak Ideal 40-60 Kilometer
 
Feni menjelaskan, Stasiun Jogjakarta masih menjadi pintu utama mobilitas wisatawan asing. Selama Januari-Juni 2026, volume keberangkatan penumpang WNA dari Stasiun Jogjakarta mencapai 63.693 orang, sedangkan kedatangan tercatat 62.633 orang.
 
Posisi berikutnya ditempati Stasiun Solo Balapan dengan 6.619 penumpang berangkat dan 6.549 penumpang datang. Disusul Stasiun Lempuyangan yang melayani 5.278 keberangkatan dan 5.574 kedatangan wisatawan asing. Sementara Stasiun Wates, Klaten, dan Purwosari juga mencatat arus wisman meski dalam jumlah lebih kecil.
 
Menurut Feni, tingginya minat wisatawan asing tidak lepas dari kemudahan akses kereta api menuju berbagai destinasi budaya dan wisata alam di wilayah Jogjakarta dan Solo.
 
Baca Juga: Demo di Jogja Kecam Pernyataan Presiden Prabowo soal Pelabelan Londo Ireng Kini Berbaju Wartawan, Pengamat, dan LSM
 
"KAI Daop 6 optimistis akan terus menjadi pilihan utama wisatawan dalam menikmati keindahan dan keragaman budaya Indonesia. Kami juga berharap sinergi antara sektor transportasi dan pariwisata semakin kuat," katanya.
 
Untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan internasional, KAI Daop 6 terus mengembangkan layanan berbasis digital. Di antaranya melalui aplikasi pemesanan tiket berbahasa Inggris, penyediaan informasi wisata di stasiun, hingga peningkatan kompetensi petugas layanan penumpang dalam melayani wisatawan asing.
 
Sementara itu, Executive Vice President KAI Daop 6 Jogja Bambang Respationo mengatakan, pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pelaku pariwisata untuk menghadirkan kemudahan akses menuju destinasi unggulan.
 
"Selama Januari hingga Juni 2026 kami telah melayani lebih dari seratus ribu wisatawan mancanegara. Angka ini mencerminkan tren positif transportasi pariwisata sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata di Jogjakarta, Solo, dan sekitarnya," imbuhnya. (bas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
WISATAWAN ASING Turis Mancanegara Naik Kereta stasiun Tugu Jogjakarta PT KAI Daop 6