Baterai Becak Listrik Dikeluhkan Cepat Habis, Dishub DIY Sebut Jarak Ideal 40-60 Kilometer

Yusuf Bastiar • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:15 WIB
Pengemudi becak listrik mengantar wisatawan berkeliling kawasan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (26/7/2026). Sejumlah pengemudi becak listrik mengeluhkan daya tahan baterai yang dinilai belum sesuai harapan karena lebih cepat habis dibandingkan jarak tempuh yang dijanjikan. Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Pengemudi becak listrik mengantar wisatawan berkeliling kawasan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (26/7/2026). Sejumlah pengemudi becak listrik mengeluhkan daya tahan baterai yang dinilai belum sesuai harapan karena lebih cepat habis dibandingkan jarak tempuh yang dijanjikan. Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA – Program becak listrik di kawasan Malioboro masih dikeluhkan sebagian penarik becak. Utamanya soal daya tanah baterai yang dianggap belum sesuai harapan, meski mampu meringankan beban kerja.

Dalam penggunaan sehari-hari, baterai disebut lebih cepat habis dibandingkan jarak tempuh yang dijanjikan.

Seorang pengemudi becak listrik Paimin mengaku terbantu dengan keberadaan armada baru tersebut. Menurut mantan Ketua Paguyuban Becak Kayuh Malioboro itu, becak listrik membuat pekerjaannya jauh lebih ringan dibanding harus mengayuh secara manual.

"Kalau soal membantu, jelas sangat membantu karena tidak perlu mengayuh terus. Tinggal penyempurnaan saja, terutama baterainya," ujarnya saat ditemui di Malioboro, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Gelar Rakerda, DPD PAN Kota Jogja Usung Strategi Politik Berbasis Kepercayaan Warga 

Ia mencontohkan, baterai becak miliknya pernah habis hanya setelah mengantar penumpang dari Titik Nol Kilometer menuju kawasan Malioboro lalu kembali ke titik semula. Padahal, secara teori satu kali pengisian penuh diklaim mampu menempuh sekitar 40 kilometer.

"Kalau dipakai di jalan menanjak, membawa beban berat, atau kecepatannya tinggi, baterainya memang lebih cepat habis. Itu yang kami harapkan bisa diperbaiki," katanya.

Selama ini pengisian daya dilakukan di fasilitas yang disediakan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY di Parkiran Ketandan. Pengisian tidak dipungut biaya, tetapi membutuhkan waktu semalaman hingga baterai terisi penuh.

Baca Juga: Waspada, Kawasan Bentang Alam Karst Gunungkidul Berpotensi Paling Rawan Kekeringan: Ini Wilayahnya!

Pengemudi lain Agus Sugiarta mengaku, mulai mengoperasikan becak listrik sekitar sebulan terakhir. Menurutnya, penggunaan becak listrik mampu menghemat biaya operasional karena tidak lagi membeli bahan bakar seperti saat menggunakan becak motor.

"Kalau dulu bentor bisa habis sekitar tiga liter bensin sehari. Sekarang tinggal isi daya, jadi jauh lebih hemat," ungkapnya.

Kendati demikian, Agus mengaku penggunaan becak tetap disiasati agar daya baterai lebih awet. Ia memilih melayani penumpang di rute-rute yang tidak terlalu jauh sehingga baterai masih cukup hingga selesai bekerja.

Baca Juga: 942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Orang Lolos Kuliah Luar Negeri

Di sisi lain, Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY Sapto Nugroho menjelaskan, lokasi pengisian daya saat ini tersedia di Parkiran Ketandan dan dapat pula dilakukan di rumah menggunakan daya listrik 450 watt.

Menurutnya, spesifikasi setiap becak listrik berbeda-beda, bergantung pada produsennya. Secara umum, kapasitas baterai mampu menempuh jarak sekitar 40 hingga 60 kilometer dalam kondisi ideal.

"Kalau di lapangan cepat habis bisa dipengaruhi cara pemakaian, seperti medan yang menanjak, beban angkut, maupun pola pengisian baterai. Jadi penggunaan dan proses charging harus seimbang," jelasnya.

Baca Juga: Peringati Asadha dengan Puja Yatra, Kirab Relik Buddha Diikuti Belasan Ribu Umat

Sapto menambahkan, pemerintah masih menghadapi kendala penyediaan stasiun pengisian khusus becak listrik karena keterbatasan lahan.

Sebagai alternatif, fasilitas pengisian juga dapat memanfaatkan area Parkiran Senopati.

Saat ini, Pemprov DIY telah menghibahkan 90 unit becak listrik, sementara bantuan lain berasal dari KAI sebanyak 50 unit dan pemerintah pusat sebanyak 200 unit untuk wilayah DIY. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
cepat habis Becak Listrik baterai dishub diy