Juli-Agustus Jadi Puncak Wisman ke Jogja, Pemkot Optimistis Target 350 Ribu Kunjungan Tercapai

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 13:53 WIB
Wisatawan asing berjalan menyusuri jalan saat sore di kawasan Malioboro, Jogja,
Wisatawan asing berjalan menyusuri jalan saat sore di kawasan Malioboro, Jogja,

JOGJA - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja menarget sebanyak 350 ribu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini. Hingga pertengahan Juli 2026, jumlah kedatangan wisman tercatat telah menembus angka 212.017 wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning Krisnawati mengaku yakin target kunjungan wisman dapat dicapai di bulan Juli hingga Agustus. Lantaran dua bulan tersebut merupakan puncak kedatangan wisman.

Daning mengaku, sudah menyiapkan berbagai program untuk mendongkrak wisman. Misalnya dengan menghadirkan daya tarik wisata pengalaman budaya lokal kepada wisman, seperti program Bule Mengajar dan Kampung Inggris.

Baca Juga: Makin Praktis! BKAD Gunungkidul Hadirkan Senapati, Bayar Pajak Daerah Cukup Pakai QRIS & VA

Menurutnya, pemerintah kota (pemkot) juga telah menyiapkan event berskala internasional seperti Wayang Jogja Night Carnival, Artjog, dan Kustomfest. Promosi event-event juga terus diperkuat supaya lebih banyak diketahui oleh wisman dari berbagai negara.

Daning memastikan bahwa pihaknya juga telah membentuk kolaborasi pentahelix. Guna meningkatkan jumlah pergerakan, lama tinggal, maupun belanja wisman di Kota Jogja. 

“Kami pastikan ⁠pelayanan berkualitas di destinasi-destinasi wisata,” ujar Daning saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Minggu (26/7/2026).

Sementara itu, Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY  Bobby Ardiyanto Setyo Adji mengungkapkan, kenaikan wisman pada bulan-bulan ini berkaitan dengan libur musim panas di luar negeri. Menurutnya, momen tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dan pengelola wisata untuk mendongkrak kunjungan wisman.

Bobby menyebut, tantangan saat ini adalah bagaimana membuat wisman bisa merasa aman dan nyaman berwisata ke Yogyakarta. Pengelola destinasi wisata harus bisa lebih memperhatikan aspek keamanan dan mitigasi jika terjadi keadaan darurat. Pelru dipersiapkan pula kemudahan bagi wisman untuk mendapatkan tiket dan akomodasi.

“Kesimpulannya, aspek safety, pelayanan prima, dan penekanan pada mitigasi menjadi poin krusial untuk menimbulkan kepercayaan dan daya tarik bagi wisman agar tetap berkunjung ke Yogyakarta,” bebernya. (inu)

Editor : Bahana.
dinpar kota jogja kunjungan wisata jogja Yogyakarta Pemkot Jogja