Dalam lomba tingkat DIY, Wiliam terpilih sebagai juara pertama. Dia berhak menerima uang pembinaan sejumlah Rp 3 juta. Disusul Mufasha juara dua dengan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Kemudian Dara di urutan ketiga mendapatkan uang pembinaan Rp 2 juta. Hadiah diserahkan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Tukiman.
“Selamat kepada para juara. Segera lakukan persiapan matang menuju lomba tingkat nasional,” pesannya di sela acara yang berlangsung di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Jalan Cendana No. 9 Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: DPD PAN Sleman Targetkan Tambah Kursi DPRD, Bidik Suara Swing Voters
Tukiman menargetkan, tim DIY meraih gelar juara nasional sekaligus menempatkan seluruh anggota tim dalam jajaran Top 10 Best Speakers NSDC 2026. Menurut dia, ketiga debater memiliki analisis mosi yang tajam, argumentasi berbasis kebijakan dan logika yang runtut. Juga kemampuan merespons sanggahan dengan baik.
Menjelang kompetisi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY memfasilitasi pemusatan latihan, pengayaan isu-isu aktual, hingga simulasi debat dengan tim mahasiswa maupun provinsi lain. “Kami juga akan melakukan pemantapan strategi, manajemen waktu, dan teknik point of information untuk meningkatkan kesiapan menghadapi tingkat nasional,” tandasnya.
Selain mematangkan persiapan, tiga pelajar itu juga perlu mengasah kemampuan argumentasi. Memperkaya wawasan dan menjaga kekompakan tim. Ini menjadi modal menghadapi kompetisi dengan daerah lain.
Memperhatikan berbagai pesan dan nasihat itu, Dara Aura Bizainal mengatakan, pencapaian di tingkat provinsi itu menjadi kebanggaan. Sekaligus tantangan baru. Menurut dia, perjalanan menuju tingkat nasional tak bisa diraih secara instan. Sebab, membutuhkan latihan panjang. Berikut pendampingan intensif dari guru pembina.
Baca Juga: 10 Kali Beraksi Selalu Lolos, Pelaku Pencurian Tabung Gas LPG 3 Kg di Dlingo Masih dalam Pencarian
Awalnya, Dara tak pernah menyangka bisa lolos dan maju ke level nasional. Selama ini dia melakukan persiapan yang panjang. Dia mengikuti sejumlah lomba debat. Dibimbing guru dan bertemu banyak teman. “Sampai di titik ini kami bahagia, meski belum merasa puas," katanya.
Dara mengakui manajemen waktu menjadi tantangan tersendiri. Dia memperbanyak latihan debat secara mandiri. Juga berusaha tetap menjaga keseimbangan antara akademik dan aktivitas lainnya. Menjaga kondisi mental, Dara memilih menghabiskan waktu bersama teman-teman maupun keluarga. Dukungan dari lingkungan terdekat dinilai menjadi penyemangat ketika menghadapi tekanan selama proses persiapan.
Lain halnya dengan Mufasya Mauna Akbar. Menghadapi lomba di tingkat nasional, Mufasya ingin timnya lebih banyak membangun chemistry agar komunikasi saat bertanding semakin solid. Memperbanyak latihan dengan melakukan simulasi debat dengan peserta dari provinsi lain. "Yang pertama membangun solidaritas tim agar terjadi kedekatan. Di samping itu, menambah wawasan dengan mencari berbagai materi dan isu terbaru," katanya.
Baca Juga: 10 Kali Beraksi Selalu Lolos, Pelaku Pencurian Tabung Gas LPG 3 Kg di Dlingo Masih dalam Pencarian
Sedangkan Wiliam menargetkan lolos hingga babak breaking atau eliminasi. Dia ingin dapat melampaui pencapaian wakil DIY tahun sebelumnya, 2025. "Kalau target tentu semua ingin juara satu. Syukur-syukur bisa menjadi pembicara terbaik sehingga tahun depan kembali ada wakil DIY yang tampil di ajang internasional," harap Wiliam.
Di tengah padatnya persiapan debat, ketiga pelajar yang kini duduk di kelas XII SMA tersebut juga harus membagi waktu. Menghadapi persiapan tes kemampuan akademik (TKA) dan seleksi masuk perguruan tinggi. Wiliam menilai komunikasi yang baik menjadi kunci menjaga kekompakan tim.
Meski berasal dari sekolah berbeda, ketiganya telah lama saling mengenal sejak. Ini membantu proses membangun kerja sama. Saling menopang satu sama lainnya "Harapannya komunikasi kami semakin baik sehingga konfigurasi tim juga semakin kuat,” ungkap dia. Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional 2026 akan berlangsung mulai 31 Agustus 2026 hingga 6 September 2026. (bas/kus)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja