JOGJA - Aktivitas pedagang asongan yang semakin ramai di Pasar Ngasem mendorong Pemkot Jogja melakukan penataan. Dinas Perdagangan Kota Jogja pun menawarkan dua skema, yakni konsinyasi dengan pedagang yang memiliki lapak serta relokasi bagi pedagang yang memenuhi syarat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, siap menjembatani konsinyasi antara pedagang asongan dengan pedagang resmi. Supaya ditemukan jalan tengah yang tidak merugikan salah satu pihak.
Kemudian untuk opsi relokasi ke pasar lain, Ambar akan menerapkan syarat khusus. Misal pemindahan akan diprioritaskan bagi pedagang asongan yang merupakan penduduk asli Kota Jogja.
Baca Juga: 10 Kali Beraksi Selalu Lolos, Pelaku Pencurian Tabung Gas LPG 3 Kg di Dlingo Masih dalam Pencarian
Namun sampai saat ini, pihaknya belum memiliki data lengkap terkait jumlah maupun asal pedagang asongan di Pasar Ngasem. Lantaran mayoritas mereka memiliki karakteristik tidak menetap. “Jadi kadang datang kadang tidak, begitu,” jelas Ambar melalui sambungan telepon Jumat (24/7).
Menurutnya, jika tidak ada penataan pedagang asongan, keberadaannya dapat mengganggu wisatawan. “Karena Pasar Ngasem sudah jadi destinasi wisata,” ujar Ambar.
Salah satu pemilik lapak di Pasar Ngasem Wiwin mengaku, tidak mempermasalahkan kerja sama titip jual dengan pedagang asongan. Bahkan selama ini lapaknya juga telah menerima titipan lumpia dari tiga pedagang yang tidak memiliki lapak.
Wiwin menyebut, sistem titip jual merupakan cara yang paling bisa diterima pedagang. Sebab tidak akan mengganggu tempat pedagang utama. Asal ada kesepakatan komoditas yang dititipkan berbeda.
Baca Juga: PSS Sleman Belum Punya Manajer Resmi, Kim Jeffrey Kurniawan Fokus Jadi Pemain
Disinggung jika ada kemungkinan berbagi meja dengan pedagang asongan, Wiwin mengaku tidak setuju. Lantaran dikhawatirkan dapat mengganggu kondusivitas pedagang yang terlebih dahulu menempati lapak.
Wiwin menuturkan, kehadiran pedagang asongan di Pasar Ngasem cukup ramai seiring dengan semakin terkenalnya Pasar Ngasem sebagai destinasi wisata kuliner. Biasanya, para pedagang asongan akan mangkal di area pintu masuk pasar saat pagi hari.
Sementara pedagang Apem Beras Bu Wanti pun lebih setuju dengan sistem titip barang dagangan. Sebab pengunjung akan lebih leluasa memilih produk yang disukai. “Itu jauh lebih tertib ketimbang harus berbagi meja,” ungkapnya saat ditemui Jumat (24/7). (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita