Dishub DIY Tegaskan JLFR Boleh Lintasi Malioboro, Sultan HB X Luruskan Konsep Pedestrian

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:06 WIB
Event unik di setiap Jumat minggu terakhir, Jogja Last Friday Ride (JLFR ) saat melintasi kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer Jogja. (Kolase/Berbagai Sumber)
Event unik di setiap Jumat minggu terakhir, Jogja Last Friday Ride (JLFR ) saat melintasi kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer Jogja. (Kolase/Berbagai Sumber)

 

JOGJA - Isu penutupan kawasan Malioboro bagi komunitas sepeda akhirnya terjawab.

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memastikan kegiatan rutin Jogja Last Friday Ride (JLFR) tetap diperbolehkan melintasi rute seperti biasa pada akhir Juli 2026.

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan bahwa Pemprov DIY maupun Pemkot Yogyakarta tidak pernah mengeluarkan larangan bagi JLFR.

Menurutnya, pesepeda memiliki hak yang sama di jalan raya.

Baca Juga: Real Madrid Rela Lepas Tchouameni demi Mendatangkan Rodri

Namun, ia mengimbau para peserta untuk tetap tertib dan tidak menguasai seluruh badan jalan demi kenyamanan bersama di jalur yang padat tersebut.

Saat ini, skema pengamanan tengah disiapkan bersama pihak kepolisian.

Sebelumnya, kekhawatiran pegiat sepeda mencuat usai adanya pembatasan arus pada JLFR ke-194 di bulan Juni, yang bertepatan dengan libur sekolah.

Isu ini kian hangat seiring wacana penerapan Malioboro Full Pedestrian.

Menanggapi hal itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa konsep pedestrian tidak berarti memblokir akses secara total.

Baca Juga: Arsenal Ditawari Bek Rp760 Miliar Pengganti William Saliba, Bukan Ezri Konsa!

Kendaraan logistik, misalnya, tetap diberi akses pada waktu-waktu tertentu.

Kesiapan kebijakan ini kini berada di tangan Pemkot Jogja yang tengah menyusun kajian penataan jalan-jalan di sekitar Malioboro.

Editor : Meitika Candra Lantiva
sultan hb x JLFR dishub diy Jogja Last Friday Ride Malioboro