Cegah Kanker sejak Dini dan Donkrak Kesembuhan, Pemkot Jogja-YKI Segera Lakukan Pendataan Terpadu Pasien

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:06 WIB
Suasana Atrium Artos Mall saat kegiatan skrining kanker payudara, Selasa (22/7).
Suasana Atrium Artos Mall saat kegiatan skrining kanker payudara, Selasa (22/7).

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) dan Yayasan Knker Indonesia (YKI) Kota Jogja berencana melakukan pendataan terpadu bagi pasien kanker. Langkah tersebut dilakukan untuk mendongkrak angka kesembuhan sekaligus pendampingan yang tepat bagi penderita.

Ketua YKI Kota Jogja Dwikisworo Setyowireni mengatakan, melalui pendataan yang rapi dapat mengetahui secara rinci jumlah pasien yang berhasil bertahan dan sembuh.

Para penyintas tersebut kemudian dapat dirangkul untuk menjadi motivator bagi penderita kanker lainnya yang tengah berjuang melawan penyakitnya.

Baca Juga: Di Antara Semen dan Sastra Lisan: Mitos Makam di Bawah Flyover Jombor

Selain itu, pendataan atau registri juga bertujuan untuk memetakan jumlah pasien yang masih aktif. Terkhusus yang sedang menjalani perawatan intensif agar mereka mendapatkan pendampingan yang tepat.

"Saya kira YKI perlu punya peran untuk pendampingan pasien-pasien kanker. Suasana psikologisnya pasti akan sangat terdukung,” ujar Reni seusai dilantik sebagai pengurus YKI Kota Jogja periode 2026-2031 di Balai Kota, Kamis (23/7/2026).

Istri Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo itu menyebut, registri juga penting sebagai deteksi dini kasus kanker pada anak-anak. Sebab kanker pada anak kerap kali sulit teridentifikasi sejak awal.

Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional 2026, Ini dia 5 Rekomendasi Wisata Edukatif dan Ramah Anak di Jogja! 

Akibat sulitnya deteksi awal tersebut, banyak kasus kanker anak yang tidak tercatat dengan baik. Melalui pendataan kanker yang berkelanjutan, ia berharap seluruh pasien anak-anak dapat terdata dengan akurat dan diberikan penanganan tepat. “Itu (data registri kanker) pasti akan sangat membantu,” tegas Reni.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Sekretaris YKI Kota Jogja Lana Unwanah menyampaikan, selama sepuluh tahun terakhir peran YKI memang belum terlalu optimal. Lantaran statusnya sebagai organisasi nirlaba swadaya tanpa alokasi pembiayaan khusus.

Namun untuk periode 2026-2031, Lana berkomitmen untuk mendorong YKI sebagai lembaga yang aktif mendampingi para pejuang kanker. Program yang telah disiapkan adalah berkolaborasi dengan pemkot serta berbagai entitas medis. 

Baca Juga: Warga Kalurahan Kulwaru Kulon Progo Keluhkan Pencemaran Limbah yang Berasal dari SPPG

Menurutnya, YKI telah menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Jogja untuk menggelar skrining kanker payudara bagi masyarakat di wilayah Pakualaman. 

Kemudian melakukan sosialisasi tentang kanker kepada anak-anak di momentum Hari Anak Nasional bersama Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YAOI).

"Kami melibatkan anak-anak SMP supaya mereka juga bisa terinfo seperti apa sih kanker itu, serta upaya apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker anak sedini mungkin," tambahnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
cegah sejak dini kesembuhan Pemkot Jogja YKI kanker